Minggu, Mei 10, 2026
BerandaDaerahStrategi Emas Desa Indrajaya: Mengelola Potensi Alam untuk Ketahanan dan Kemandirian Pangan

Strategi Emas Desa Indrajaya: Mengelola Potensi Alam untuk Ketahanan dan Kemandirian Pangan

Oleh WAHID MA.””kabiro Priangan timur”
Tasikmalaya, 10 Mei 2026 – beritasuararakyatindonesia.com

Usai mempublikasikan laporan mengenai kemajuan gemilang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jayadisastra di bawah kepemimpinan Kang Wawan,
kembali menelusuri jejak dan strategi di balik kesuksesan tersebut. Kami mendalami seluk-beluk pengelolaan aset, arah kebijakan, serta inovasi yang terus digalakkan. Wawancara eksklusif ini digelar langsung di ruang kerja Kepala Desa Indrajaya, Yudi Sutiana, yang memimpin wilayah Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya — sebuah kawasan yang dikaruniai kekayaan alam, lahan pertanian, dan perkebunan yang melimpah. Tujuannya satu: mengungkap tata kelola yang diterapkan, tantangan berat yang dihadapi, hingga rencana strategis yang disusun demi mengoptimalkan seluruh potensi desa.

Dalam perbincangan yang mendalam dan rinci itu, Yudi Sutiana memaparkan aset paling berharga yang kini dikelola penuh oleh BUMDes Jayadisastra: sebidang kawasan strategis di belakang kantor desa, yang disulap menjadi pusat terpadu perikanan dan pertanian. Di sana, tujuh unit kolam budidaya berdiri kokoh, menjadi nadi ekonomi sekaligus wujud nyata tanggung jawab sosial desa. Ia menegaskan, pengelolaan aset ini tidak hanya mengejar keuntungan materi, melainkan berpegang pada misi luhur: mewujudkan kesejahteraan bersama bagi seluruh warga.

“Di awal perjalanan, kami pernah menghadirkan pasar murah yang dikelola langsung oleh BUMDes, dengan dukungan dan kehadiran unsur Muspika setempat. Secara hitungan rupiah, pendapatan yang diraih memang belum maksimal. Namun, ada kebanggaan yang jauh lebih berharga: kami mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga semua warga bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kami tidak terpatok pada hitungan untung-rugi semata. Yang terpenting, kegiatan ini berjalan aman, tidak merugi, dan manfaatnya terasa nyata hingga ke rumah-rumah warga,” ujar Yudi dengan tegas.

Selain sektor perikanan, Desa Indrajaya juga membangun keunggulan lewat program andalan: Kebun Desa. Program ini telah ditata ulang secara menyeluruh dan terstruktur sejak beberapa waktu lalu. Ada perubahan arah yang cerdas: dari penanaman kacang tanah, kini beralih ke komoditas bernilai ekonomi lebih tinggi — mulai dari jeruk, jagung manis, hingga beragam jenis sayuran. Pemilihan jenis tanaman ini pun tak sembarangan, melainkan disesuaikan dengan karakteristik alam Kabupaten Tasikmalaya yang unik, memanjang dari dataran rendah hingga dataran tinggi, agar hasil panen tumbuh subur dan berkualitas.

Guna menopang ambisi besar di tahun 2026 ini, pemerintah desa telah menyalurkan anggaran sebesar Rp20 juta yang bersumber dari Dana Desa tahap pertama. Dana tersebut dialokasikan secara khusus: sebagian untuk membangun dan memperbaiki sarana prasarana pertanian, sisanya untuk penyediaan bibit unggul jagung manis serta pupuk berkualitas, yang kini menghijaukan lahan di belakang kantor desa.

Dalam proses pengembangannya, tim pelaksana sempat mencoba menanam berbagai jenis komoditas, termasuk umbi talas bogor. Namun, takdir alam berkata lain. “Tanah di kawasan itu memiliki kadar kelembapan yang sangat tinggi. Akibatnya, sebelum tiba waktunya dipanen, banyak umbi talas yang sudah membusuk di dalam tanah. Dari pengalaman berharga ini, kami belajar banyak. Ke depannya, kami akan menerapkan sistem tanam tumpang sari, dan hanya memilih jenis tanaman yang benar-benar tangguh serta cocok dengan kondisi tanah dan iklim di desa kami,” jelas Yudi, berbicara lewat pengalaman dan evaluasi yang matang.

Di sektor perikanan, pernah terlintas gagasan brilian: menggabungkan budidaya ikan dengan pemeliharaan unggas, di mana kandang ayam akan dibangun tepat di atas kolam. Namun, rencana indah itu harus dikaji ulang setelah Yudi mengikuti rapat koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan pandangan para ahli, konsep itu ternyata kurang tepat dan tidak memenuhi standar kebersihan lingkungan atau prinsip ODF.

“Penjelasannya sangat jelas dan masuk akal. Kotoran ayam yang jatuh langsung ke dalam air akan mencemari kolam, menjadi sarang bibit penyakit, dan mengancam nyawa ikan — apalagi ikan jenis yang diberi pakan pelet sangat membutuhkan air bersih dan lingkungan yang steril. Karena itu, kami segera menyesuaikan rencana: pemeliharaan ayam kampung akan dipindahkan ke lahan darat di sekitar kawasan, terpisah aman dari kolam, agar kedua usaha ini tetap berjalan baik dan saling menguntungkan,” tambahnya, menunjukkan keterbukaan dan kepatuhan terhadap standar terbaik.

Ujian berat pun datang dari alam. Cuaca ekstrem yang belakangan ini sering terjadi memberikan dampak nyata bagi usaha budidaya. Ikan nila, ikan mas, hingga ikan gurami — andalan kami — mengalami tingkat kematian yang cukup tinggi akibat perubahan suhu dan kualitas air. Jadwal panen yang semula disusun rapi pun terpaksa mundur hingga bulan Juni mendatang.

“Target kami jelas: bulan Juni nanti, kami berharap bisa memanen 3 ton kilogram ikan dari seluruh kolam. Jika kami memaksakan panen sekarang, hasilnya takkan memuaskan dan justru merugikan usaha jangka panjang. Ini tantangan berat, tapi kami tak pernah surut semangat. Bersama seluruh pengurus BUMDes, kami memilih bersabar, merawat dan memelihara ikan dengan sepenuh hati hingga waktunya tiba dan hasilnya maksimal,” ujar Yudi dengan nada tegas namun tenang, memancarkan keyakinan pemimpin.

Dalam mengelola keuangan desa, Yudi menerapkan prinsip kehati-hatian dan ketelitian yang tinggi. Meski seluruh anggaran Dana Desa diperuntukkan bagi kesejahteraan warga dan pembangunan ekonomi, setiap pengeluaran harus didasari perencanaan matang, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu wujud nyata pemberdayaan adalah menyerap tenaga kerja lokal. Warga desa diberi kesempatan luas untuk berkarya, bekerja aktif baik merawat kolam maupun mengelola kebun, sehingga manfaat ekonomi langsung berputar di kalangan masyarakat sendiri.

Ketekunan dan kerja keras itu pun membuahkan pengakuan luas. Kinerja BUMDes serta hasil bumi Desa Indrajaya telah mengharumkan nama daerah di tingkat kabupaten. Pada tahun 2025 lalu, hasil panen dan produk unggulan desa turut mewarnai perayaan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, Desa Indrajaya dipercaya mewakili Kecamatan Sukaratu dalam berbagai lomba dan pameran potensi desa saat itu — bukti nyata bahwa program ketahanan pangan yang kami bangun telah diakui kualitas dan keunggulannya.

Menyangkut masa depan kepemimpinan, Yudi menyampaikan keputusan yang telah ia renungkan matang-matang: ia takkan maju kembali sebagai calon kepala desa pada pemilihan tahun 2027 mendatang. “Sebagai pemimpin, saya rasa sudah cukup berbakti, dan usia pun tak lagi muda. Saya percaya, regenerasi adalah keharusan agar desa terus tumbuh dengan ide-ide baru, semangat baru, dan cara pandang yang segar. Harapan saya sederhana: di tahun 2026 ini, seluruh program ketahanan pangan berjalan sukses sesuai rencana. Saya pun berjanji, akan tetap bertanggung jawab sepenuhnya, mengawasi setiap langkah hingga akhir masa jabatan, baik secara moral maupun administratif. Seluruh keuntungan dan hasil panen BUMDes selalu kami sisihkan dan salurkan, terutama bagi warga yang kurang mampu, agar kesejahteraan benar-benar dirasakan hingga ke lapisan terbawah,” tegasnya.

Di penutup perbincangan, Yudi memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran BUMDes Jayadisastra, terutama direkturnya, Kang Wawan. “Saya sangat bangga memiliki tim yang luar biasa dedikasinya. Dengan bantuan modal desa yang terbatas, mereka mampu mengembangkan usaha jauh melampaui dugaan lewat kerja sama berbagai pihak. Bahkan biaya sewa tempat usaha yang mencapai Rp7 juta per tahun sanggup mereka penuhi lewat usaha dan inisiatif sendiri. Saat ini, memang kemampuan keuangan desa belum bisa menambah bantuan lagi. Namun, saya yakin sepenuhnya: dengan semangat dan kemampuan yang mereka miliki, BUMDes Jayadisastra akan terus berinovasi, berkembang, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Desa Indrajaya dan kebahagiaan seluruh warga kami,” pungkas Yudi Sutiana, mengakhiri perbincangan yang penuh makna dan harapan itu.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments