
KBB.SRIndonesia.Net
Warga Masyarakat Desa Tenjolaut kecamatan Cikalong wetan Kabupaten Bandung barat Jawa barat Mendesak pihak Pemda Kabupaten Bandung barat/Dinas PUPR untuk segera memperbaiki Jalan penghubung antara kecamatan Cikalong wetan dan kecamatan Cipeundeuy sepanjang 9.7 km yang sudah lama dibiarkan dalam keadaan rusak berat yang diperparah lagi jalan tersebut beberapa waktu lalu digunakan dan dilalui oleh kendaraan dan alat berat proyek KCIC /Kereta api cepat Indonesia China yang pengerjaannya sudah rampung
Sesuai surat keputusan Bupati kabupaten Bandung barat Nomor.188.45/Kep.497-DBMSDAP/2016 tentang penetapan ruas jalan menurut statusnya bahwa jalan tersebut sebagai jalan kabupaten yang sudah barang tentu segala kerusakan dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab pihak Pemda Kabupaten Bandung barat/ Dinas PUPR

Jalan yang rusak berat sepanjang 9.7 km di wilayah Desa Tenjolaut tersebut terletak di jalan padayungan jalan kadudamping jalan cikadongdong dan jalan ciharashas yang masuk wilayah kecamatan Cipeundeuy
Abas Sudrajat salah seorang tokoh masyarakat dan juga inisiator Porum peduli Desa Tenjolaut saat ditemui SRIndonesia dirumahnya Sabtu 18 november 2023 Abas Sudrajat sangat menyayangkan sekali kepada pihak pemerintah Kabupaten Bandung barat/Dinas PUPR yang membiarkan jalan kabupaten di wilayah Desa Tenjolaut sudah lama dibiarkan rusak berat
Abas juga mengatakan Ia bersama Porum peduli Desa Tenjolaut yang terdiri para ketua RW dalam waktu dekat akan mengajukan audensi dengan PJ Bupati kabupaten Bandung barat Arsan Latif akan memohon agar jalan kabupaten yang berada di wilayah Desa Tenjolaut agar segera diperbaiki mengingat dengan dibiarkannya jalan dalam keadaan rusak berat sering kali terjadi kecelakaan kendaraan roda 2 apalagi memasuki musim hujan banyak lubang yang cukup dalam tidak kelihatan tertutup oleh genangan air yang kerap kali terjadi kecelakaan
Dari KBB.Dede sumadi


Memang masyarakat desa tenjolaut merasa dirugikan dgn adanya jalan ruksak tsb, mengakibatkan selain ruksak parah juga mengakibatkan jalur ekonomi terhambat,