Bandung, Berita SRIndonesia.com- Seorang warga melalui akun youtube nya mengeluhkan bahwa dirinya saat mengantar temanya untuk shalat jumat di Mesjid Raya Bandung, digetok parkir sebesar Rp. 20.000,- . Video yang diunggah Jumat, ( 27/7/2025) langsung viral.


Dalam unggahanya, saat ia akan memarkir kendaraan dihampiri oleh seorang yang diduga juru parkir liar, ia diarahkan untuk memarkirkan kendaraanya dan oknum juru parkir langsung meminta uang parkir sebesar Rp. 20.000,- ” kumaha ieu resmi atawa kumaha, mau lapor lapor ka saha pa dedi kumaha ieu ? ” bagaimana ini, resmi atau bagaimana, mau lapor lapor kemana pa dedi bagaimana ini ? “ujarnya yang ia unggah di Medsos.
Walikota Bandung Farhan saat diminta tanggapan dalam masalah ini kepada awak media mengatakan ” kan tidak boleh parkir disitu, lebih percaya kepada tukang parkir liar atau kepada pemerintah, “katanya.
Farhan menambahkan, ” sudah jelas ada rambu dilarang parkir kenapa parkir disitu, “salah siapa ? . Kalau saya sebagai pengemudi, ketika juru parkir mengharuskan parkir disini saja, tapi ada rambu dilarang parkir. “Saya tidak mau parkir disitu, karena saya mengerti aturan.
Artinya kata Farhan, nu parkirna ge teu nyaho aturan (yang parkirnya juga tidak tahu aturan), parkir ditempat dilarang parkir, dan lebih percaya kepada juru parkir liar, akibatnya anda di getok. ” Tegasnya.
Itu sudah sering terulang, karena pengguna kendaraan malah bekerja sama dengan juru parkir liar, “sok ayeuna mah moal babageran, geus lier aing (sekarang tidak akan baik baikan sudah pusing saya), ” ujar Farhan sambil meninggalkan awak media.
Lain lagi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Melalui unggahan instagramnya Dedi Mulyadi mengatakan telah merespon dengan menghubungi pihak Kepolisian, dan pelaku akhirnya bisa diamankan jajaran Kepolisian Polrestabes Bandung.* effendi SP.


Tertibkan dong oknum juru parkir liar yang menjamur di Kota Bandung, bukan hanya disekitar alun alun Bandung saja, tapi sudah menjamur ke setiap sudut Kota Bandung, sudah sangat meresahkan masyarakat. Tong diantep masa pemerintah kalah sama oknum juru parkir. Bapa cape, wayahna resiko jabatan ..