Bandung, SRIndonesia.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat gebrakan berencana menghidupkan kembali dan akan mereaktivasi beberapa jalur kereta api non aktif di Jawa Barat, salah satunya jalur kereta api Bandung Ciwidey yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2027 mendatang.
Reaktivasi jalur kereta api Bandung Ciwidey bertujuan untuk mengurangi kemacetan jalur selatan Bandung khususnya daerah Ciwidey dan sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Reaktivasi diharap dapat mengurai kemacetan lalu lintas di jalur Bandung Ciwidey terutama daerah Pasirjambu, Rancabali, dan Ciwidey. Selain itu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata diwilayah Bandung Selatan yang memiliki potenti wisata alam yang menarik. Mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan kawasan agrowisata disekitar Ciwidey, reaktivasi jalur kereta api Bandung Ciwidey diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan pariwisata.

Bupati Bandung., Dadang Supriatna mendukung reaktivasi jalur iereta api Bandung Ciwidey, namun berharap masyarakat tidak dirugikan. Warga masyarakat lainya yang terdampak juga berharap agar pemerintah dapat mencari solusi terbaik terkait pemukiman mereka yang berada dijalur kereta api Bandung Ciwidey.
Jalur kereta api Bandung Ciwidey ini berhenti beroperasi sejak tahun 1982 karena bebetapa hal , jalur kereta api Bandung Ciwidey dulunya digunakan untuk mengangkut hasil bumi dari Bandung Selatan ke stasiun Bandung dan Jakarta.
Langkah pemerintah untuk mereaktivasi jalur kereta api Bandung Ciwidey juga dipandang memiliki sederet tantangan yang dihadapi meskipun juga dilihat sebagai upaya positif.
Dengan adanya rencana pemerintah untuk mereaktivasi jalur kereta api Bandung Ciwidey ini membuat warga yang telah mendirikan bangunan rumah diatas jalur kereta api Bandung Ciwidey takut kehilangan tempat tinggal mereka jika jalur kerera api Bandung Ciwidey ini benar benar diaktipkan kembali.
Kepadatan bangunan di bekas jalur kereta api Bandung Ciwidey khususnya didaerah Cikudapateuh, Buahbatu, Dayeuhkolot, Banjaran, Soreang, dan Ciwidey menjadi tantangan tersendiri.
Tantangan reaktivasi jalur jereta api Bandung Ciwidey bukan hal yang mudah karena di atas bekas jalur rel jereta api Bandung Ciwidey ini kini sudah banyak bangunan permanen dan semi permanen yang berdiri dengan bebasnya dibangun diatas bekas jalur rek kereta api tanpa ada tindakan, sehingga reaktivasi jalur kereta api Bandung Ciwidey membutuhkan kajian mendalam, dan diperlukan upaya komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan warga untuk mencari solusi terbaik, namun semua tidak ada yang tidak mungkin.
Rencana pemerintah mereaktivasi jalur kereta api Bandung Ciwidey juga menuai berbagai komentar dari netizen ada yang khawatir akan dampak sosial, terutama penggusuran pemukiman yang ada di jalur kereta api Bandung Ciwidey. Beberapa warga juga resah, mereka khawatir kehilangan mata pencaharian dan rumah yang sudah mereka tinggali.
Namun banyak pula yang mendukung reaktivasi jalur kereta api Bandung Ciwidey sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan transportasi publik dan pariwisata.
Tidak sedikit netizen yang menyalahkan oknum oknum yang telah membangun rumah tinggal dan tempat usaha di atas lahan bekas rel kereta api yang jelas bukan miliknya, ” itu resiko mereka, bila pemerintah akan mereaktivasi jalur kereta api Bandung Ciwidey ini, mau tidak mau mereka harus pindah.** effendi SP.


Pemerintah harus bertindak tegas terhadap oknom oknum yang telah memanfaatkan tanah negara membangun mendirikan rumah di bekas jalur kereta api, banyak oknum yang menyewakan, mengontrakan, dan memperjualbelikan lahan tersebut untuk kepentingan pribadi , ..