Kabupaten Bandung, SRIndonesia. Source – Kepala Sekolah SMP Negeri 3 ( SMPN3 ) Soreang Kabupaten Bandung, Drs. Kurnia mengundang para orang tua murid, untuk bersilatuhmi dan memberikan penjelasan seputar Outing Class (OCL) Learning yang telah dilaksanakan, bertempat di Mesjid SMPN3 Soreang yang baru dibangun, Selasa (21/01/25).

Kepala Sekolah SMPN3 Soreang Drs. Kurnia, didampingi guru bagian kesiswaan, dan guru guru lainya, dihadapan para orang tua siswa/wi SMPN3 Soreang memaparkan tentang kegiatan Outing Class Learning, menurutnya OCL media paling efektif dan efesien dalam menyampaikan pembelajaran yang bukan didasarkan tiori saja, tapi juga membuktikan dilapangan secara langsung. “katanya.
OCL yang telah dilaksanakan SMPN3 Soreang merupakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar kelas, bertujuan untuk menambah pengetahuan siswa/wi mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan kerjasama antar siswa.
“OCL, dapat dilakukan dilingkungan sekolah, tempat wisata, museum, atau situs situs bersejarah. Selain itu kata Kurnia, OCL bisa memperkuat pemahaman materi, mengembangkan keterampilan sosial dan emosional. ” Menambah kecintaan terhadap alam sekitar, meningkatkan kreativitas dan mengurangi kejenuhan belajar. ” paparnya.
Selain memaparkan masalah OCL, Kurnia mengharapkan agar anak didiknya memiliki karakter Cageur, sehat secara jasmani rohani, mampu berpikir dan bertindak secara rasional. Bageur, memiliki sifat sifat kemanusiaan dan menjunjung akhlak mulia.
Bener, kata Kurnia, siswa/wi SMPN3 menjadi siswa/wi yang amanah, tidak berbohong, tidak berkhianat, dan nenjunjung tinggi integritas. Singer, bertoleransi, senang berkorban, senang menerima kritikan, dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama.
Kurnia menambahkan, satu lagi yaitu Pinter, yang punya arti berilmu, berwawasan, mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan pandai, cerdas dan cepat memahami sesuatu.
Itu semua merupakan filosofi lima karakter Sunda yang mencerminkan nilai nilai dan watak masyarakat sunda. Filosofi ini dapat digunakan untuk membentuk karakter siswa yang baik. “pungkasnya. *Red/eff.


Semoga kedepan pertemuan semacam ini tidak dilaksanakan di dalam mesdjid, apabila belum mempunyai aula pihak sekolah harus mengupayakan tempat alternatf, apa iru diruang kelas, atau tempat lainya. Karena mesdjid idealnya dipergunakan untuk kegiatan ibadah, dan keagamaan. ‘