Minggu, Mei 17, 2026
BerandaNasionalImam Al-Ghazali: Mendolimi Adalah Perbuatan yang Tidak Benar

Imam Al-Ghazali: Mendolimi Adalah Perbuatan yang Tidak Benar

Jakarta,Beritasuararakyatindonesia.com – 30 Oktober 2025 – Nilai keadilan merupakan pilar utama dalam ajaran Islam. Ulama besar, Imam Al-Ghazali, menegaskan bahwa setiap bentuk kedzaliman atau perbuatan mendolimi merupakan tindakan yang tidak benar dan bertentangan dengan prinsip keadilan yang diajarkan oleh Allah SWT. Pandangan ini terus relevan hingga saat ini, terutama di tengah tantangan moral yang dihadapi masyarakat modern.

Imam Al-Ghazali dalam berbagai karyanya, termasuk Ihya’ Ulumuddin, menjelaskan bahwa mendolimi berarti meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya—baik dalam ucapan, perbuatan, maupun keputusan. Menurut beliau, seseorang dianggap mendolimi ketika mengambil hak orang lain, menipu, berbuat curang, atau memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Semua bentuk ketidakadilan tersebut merupakan perbuatan yang salah dan membawa kerusakan bagi diri sendiri serta masyarakat.

Dalam pandangan Al-Ghazali, keadilan adalah dasar keseimbangan hidup manusia. Ketika keadilan diabaikan, maka kekacauan dan permusuhan akan muncul. Karena itu, beliau menegaskan bahwa kezaliman tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga spiritual. Orang yang terbiasa berbuat dolim akan kehilangan cahaya hati dan jauh dari ridha Allah.

Ajaran Imam Al-Ghazali tersebut menjadi peringatan bagi umat manusia untuk selalu menjaga amanah dan bertindak jujur dalam setiap urusan. Beliau mengingatkan bahwa kekuasaan, harta, atau kedudukan hanyalah ujian yang dapat menggiring seseorang pada perbuatan dolim jika tidak digunakan dengan adil. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menanamkan nilai kebenaran dan keadilan dalam hati.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, pesan moral Imam Al-Ghazali ini memiliki makna mendalam. Pemimpin yang adil akan membawa kesejahteraan bagi rakyatnya, sementara pemimpin yang dolim akan menimbulkan penderitaan. Demikian pula dalam hubungan sosial, keadilan menjadi kunci terciptanya kedamaian dan saling menghormati antar manusia.

Para tokoh agama dan akademisi mendorong agar nilai-nilai yang diajarkan Imam Al-Ghazali dijadikan dasar dalam pendidikan moral masyarakat. Melalui penguatan karakter dan spiritualitas, generasi muda diharapkan mampu membedakan mana perbuatan yang benar dan mana yang termasuk kedzaliman. Dengan begitu, bangsa ini dapat tumbuh dengan landasan etika dan tanggung jawab yang kuat.

Selain dalam pendidikan, prinsip anti-dolim juga perlu diterapkan di dunia kerja, hukum, dan media. Setiap keputusan, kebijakan, maupun informasi yang disebarkan hendaknya berlandaskan pada kebenaran dan keadilan. Menurut Al-Ghazali, kebohongan dan ketidakadilan adalah bentuk dolim yang harus dijauhi, karena keduanya merusak tatanan kehidupan dan menodai nilai kemanusiaan.

Akhirnya, ajaran Imam Al-Ghazali mengingatkan umat manusia untuk selalu berpegang pada kebenaran. Mendolimi, dalam bentuk apa pun, adalah perbuatan yang tidak benar dan akan mendatangkan akibat buruk, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan menegakkan keadilan, kejujuran, dan kasih sayang, manusia dapat mencapai kebahagiaan sejati serta menciptakan masyarakat yang damai dan bermartabat.

Sam Permana

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments