Garut, SRIndonesia.source — Salah satu orang tua siswa SMP 1 Banyuresmi Kec. Banyuresmi Kab. Garut mempertanyakan kaitan dengan bantuan sumbangan untuk pembangunan ruang kelas baru Tahun Pelajaran 2022/2023, menurut orang tua siswa yang tidak mau di sebutkan namanya menjelaskan ke media suara rakyat Indonesia, bahwasanya pada Tahun Pelajaran 2022/2023 orang tua siswa di undang oleh pihak komite sekolah dalam rangka rapat membahas dana sumbangan untuk ruang kelas baru dan sumbangan yang lainya, dimana terjadilah kesepakatan antara orang tua siswa dengan pihak komite sekolah dengan biaya Rp 1.500.000 untuk penambahan 2 ruang kelas baru, dikarenakan SMP 1 Banyuresmi kelebihan siswa hampir 60 orang, yang seharusnya kuota penerimaan siswa baru SMP 1 Banyuresmi itu 320 siswa, orang tua siswa sangat menyayangkan kepada pihak sekolah yang menerima siswa melebihi kuota, karena ujung-ujungna di Bebani lagi ke oang tua siswa, kaitanya dengan pembangunan ruang kelas baru.
Lebih lanjut, orang tua siswa menjelaskan kepada tim Media Suara Rakyat Indonesia untuk Tahun Pelajaran 2023/2024 orang tua siswa masih di pinta uang sumbangan yang telah di rapatkan oleh pihak komite sekolah yang nomilanya Rp 1.500.000, dimana uang tersebut peruntukannya untuk pembangunan ruang kelas baru dan pembelian atribut sekolah, yang menjadi unek-unek orang tua siswa, uang sumbangan Tahun Pelajaran 2022/2023 untuk pembangunan ruang kelas baru, di duga tidak direalisasikan pembangunannya, sekarang Tahun Pelajaran 2023/2024 sudah diminta kembali dengan kepentingan yang sama.
Kemudian orang tua siswa meminta kepada pihak sekolah, apabila belum lunas untuk pembayaran dana sumbangan, jangan sampai menahan atau mempersulit untuk proses pembelajaran siswa, karena itu akan berdampak terhadap mental siswa itu sendiri.
Kepala Sekolah SMP 1 Banyuresmi Hj. Parida Aisyah S.Pd, memberikan klarifikasi kaitanya dengan pembangunan ruang kelas baru yang bersumber anggaran dari sumbangan orang tua siswa pada Tahun Pelajaran 2022/2023, menurut penjelasan Hj. Parida kenapa belum di bangunkan, untuk ruang kelas baru karena dana yang masuk hanya 40 persen di perkirakan Rp 170.000.000 sehingga berinisiatif dan musyawarah dengan komite sekolah untuk di alihkan ke Pembangunan yang lain, diantaranya Rehab 2 ruang kelas, juga gerbang sekolah berikut dengan rollingdoornya, punkasnya.
( Heri Arasid )

