Tasimalaya Selasa 17/3/2026 berita suara rakyat Indonesia.com
Langkah Pemkab Tasikmalaya me reaktivasi stasiun KA Rajapolah mendapat sambutan dan afresiasi dari sebagian besar masyarakat Rajapolah dan sekitarnya,hal ini merupakan langkah yang tepat dan strategis baik secara ekonomi maupun pelayanan arus barang dan orang yang menghubungkan antara Jakarta-Purwokerto dengan KA Serayu nya dan Rajapolah Bakal menjadi daerah transit yang sangat strategis.


Adapun Jadwal rute keberangkatannya di Stasiun Rajapolah ada dua, yaitu:
– KA 284 Serayu dengan rute Pasarsenen – Purwokerto berangkat pukul 09.30 WIB dan tiba di Stasiun Rajapolah pukul 16.32.
– KA 287 Serayu dengan rute Purwokerto – Pasarsenen berangkat pukul 16.45 WIB dan tiba di Stasiun Rajapolah pukul 20.28 WIB.
Reaktivasi stasiun KA Rajapolah yang mulai diberlakukan tanggal 14 Maret 2026 dan di ujicoba oleh Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi pada hari Selasa,17 Maret 2026 diharapkan menjadi tonggak kebangkitan Stasiun KA yang setelah puluhan Tahun mati suri. Harapan Bupati bisa menghidupkan kembali industri Kerajinan,UMKM dan Wisata Galunggung.
Nandang Nur Fajar salah satu tokoh Muda Rajapolah dan aktivis pergerakan sangat mengapresiasi langkah Bupati Kabupaten Tasikmalaya dengan mereaktivasi stasiun KA Rajapolah.
“Langkah Pemkab sangat tepat dengan mereaktivasi stasiun KA Rajapolah,stasiun ini pernah menjadi salah satu urat nadi kemajuan ekonomi di wilayah Rajapolah,medio tahun 90’an Rajapolah merupakan salah satu daerah yang tingkat pertumbuhan ekonominya sangat baik,didukung dengan sarana dan prasarana yang mendukung,ada Pasar Rajapolah,Terminal Bus antar kota antar propinsi serta stasiun kereta yang menghubungkan wilayah barat dan timur pulau Jawa menjadikan Rajapolah daerah yang maju,baik sebagai daerah industri kerajinan tangan,industri kompor minyak maupun sebagai daerah kunjungan wisata,baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara” ungkap Nandang.
“Industri kerajinan tangan dan industri kompor minyak menjadi sendi ekonomi Rajapolah saat itu,puluhan bahkan ratusan pabrik maupun industri rumahan kerajinan dan kompor minyak pernah merajai Rajapolah sehingga Rajapolah ditetapkan sebagai salah satu daerah sentra kerajinan di Jawa Barat.” Jelasnya.
“Tiga Presiden pernah menginjakan kaki di Rajapolah,Presiden Soeharto,Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan terakhir Presiden Jokowi,hal ini mempertegas bahwa Rajapolah merupakan salah satu wilayah yang mempunyai potensi strategis sebagai daerah industri dan jasa.”ungkapnya.
Stasiun Rajapolah dibangun tahun 1893 pada masa kolonial Belanda dan menjadi stasiun tersibuk pada masa nya. Saat ini stasiun KA Rajapolah menjadi salah satu stasiun tertua di wilayah Priangan timur.
Medio tahun 1970 sampai 1990 sebelum di non aktifkan ,stasiun KA Rajapolah menjadi saksi bagaimana saat itu Rajapolah menjadi salah satu daerah tersibuk di kabupaten Tasikmalaya,ada beberapa KA yang berhenti menaikan dan menurunkan orang dan barang di stasiun Rajapolah,diantaranya KA Pasundan yang melayani rute Bandung-Surabaya, KA Padjajaran rute Bandung-Jogjakarta,KA Mutiara Utara rute Jakarta-Jogjakarta dan KA Turangga. Selain itu kereta khusus dari Stasiun Pirusa Galunggung yang mengangkut material pasir Galunggung transit dan loading di stasiun KA Rajapolah.
Pasca pembangunan Flyover Rajapolah tahun 1995 serta dihentikannya operasional stasiun KA Rajapolah melayani turun naiknya orang dan barang menjadi titik awal kemunduran ekonomi Rajapolah,banyak industri kerajinan dan industri kompor minyak gulung tikar,toko-toko kerajinan yang berjejer sepanjang jalan nasional dan menjadi ciri khas Rajapolah sebagai sentra kerajinan tangan banyak yang beralih fungsi.
“Dengan reaktivasi stasiun KA Rajapolah semoga menjadi awal kebangkitan ekonomi Rajapolah umumnya wilayah Tasik Utara yang merupakan potensi daerah industri dan jasa,kedepannya bukan hanya KA Serayu yang singgah di stasiun Rajapolah tetapi KA yang lainnya pun bisa berhenti menaikan dan menurunkan penumpang sehingga jangkauan pergerakan bisa lebih luas” harap Nandang.
“Inn Shaa Alloh perekonomian di Rajapolah akan kembali berdenyut dan para pengrajin bisa kembali merasakan kejayaan masa lalu,kunjungan wisata bisa kembali hidup,selain itu pertambahan jumlah santri dari daerah lain akan meningkat,karena kita ketahui di Rajapolah ini ada beberapa Pesantren besar.” Ucap Nandang.
“Saya secara pribadi dan atas nama masyarakat Rajapolah mengucapkan apresiasi dan terimakasih atas langkah pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya dibawah kepemimpinan Bupati Cecep dan wakil Bupati Asep Sopari mereaktivasi stasiun KA Rajapolah,ini adalah langkah yang tepat dan strategis.” Pungkas Nandang.
Semoga, dengan beroperasinya kembali Stasiun Rajapolah, dapat mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata daerah, serta mempermudah mobilitas masyarakat dengan akses transportasi yang lebih luas.***. W. MA

