Tasikmalaya, Suara Rakyat Indonesia.com — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Cipanas Galunggung mengalami penurunan drastis. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, mengingat sektor pariwisata selama ini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selasa (17/02/2026).

Pengelola Cipanas Galunggung, Nana, mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini. terjadi penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Dampaknya, capaian PAD dari sektor pariwisata pun jauh dari target yang telah ditetapkan.
“Berbagai upaya telah kami lakukan agar kunjungan bisa meningkat, namun hingga akhir tahun 2025 target belum mampu terpenuhi. Terlebih hari ini H _ min dua menjelang ramadhan masih terlihat seperti hari libur minggu biasa masih terlihat blum ada peningkatan
.Mudah-mudahan tahun ini ada perubahan,” ungkap Nana.
Lebih lanjut Menurut nana penurunan jumlah wisatawan saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Selain kondisi cuaca ekstrem dan anomali cuaca yang tidak menentu, kurangnya pemeliharaan serta penataan sarana dan prasarana di area wisata juga menjadi kendala utama. Infrastruktur yang kurang terawat dinilai mengurangi daya tarik pengunjung.
Di sisi lain, persaingan destinasi wisata kian ketat. Hampir di setiap desa dan kelurahan kini memiliki desa wisata. Belum lagi destinasi yang dikelola pihak swasta
dengan beragam wahana modern, fasilitas hiburan seperti karaoke, serta atraksi ramah anak yang lebih diminati wisatawan. Kemunculan destinasi baru yang lebih dekat dan unik turut memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kunjungan wisata ke Cipanas Galunggung.
Faktor ekonomi masyarakat juga dinilai berpengaruh. Kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat serta kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat daya beli dan minat berwisata masyarakat menurun.
Nana menilai, pembenahan sarana dan prasarana menjadi langkah penting ke depan. Penataan kawasan destinasi wisata harus dilakukan secara serius agar mampu menghadirkan daya tarik baru yang kompetitif.
“nana berharap untuk kembali memulihkan kunjungan ke wisata cipanas Galunggung
Kedepannya tentu harus ada penataan sarana dan prasarana agar mampu menjadi daya tarik wisatawan sehingga kunjungan bisa pulih kembali. Penurunan tahun ini harus menjadi bahan evaluasi bagi kami sebagai pengelola, agar momentum hari besar keagamaan bisa memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan PAD,” pungkasnya penuh harap.
(Wahid. MA)

