Cianjur Beritasuararakyatindonesia.com – Upaya memperkuat sistem layanan kesehatan yang terintegrasi dengan perlindungan tenaga kerja kembali menunjukkan langkah konkret. Melalui kolaborasi strategis antara BPJS Ketenagakerjaan dan RS edelWeiss, sebuah layanan trauma center resmi diluncurkan pada Kamis (23/4/2026).


Kegiatan ini berlangsung di RS edelWeiss yang berlokasi di Jalan Raya Bandung, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Peluncuran ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi penanda hadirnya paradigma baru dalam pelayanan kesehatan di daerah.
RS edelWeiss menghadirkan sebuah gebrakan signifikan dengan mengedepankan layanan yang cepat, presisi, dan berbasis pendekatan holistik. Dalam konteks ini, pasien tidak lagi diposisikan semata sebagai objek medis, melainkan sebagai individu yang membutuhkan penanganan menyeluruh—baik secara fisik maupun psikologis, termasuk dukungan bagi keluarga yang turut terdampak.
Trauma center yang diluncurkan ini dirancang sebagai pusat layanan terpadu dengan sistem respons cepat dalam menangani kasus kegawatdaruratan, khususnya kecelakaan kerja. Penanganan dilakukan secara komprehensif, dimulai dari fase akut di ruang emergensi, tindakan medis lanjutan oleh tim spesialis, hingga tahap rehabilitasi yang bertujuan memulihkan fungsi dan kualitas hidup pasien secara optimal.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang memiliki peran strategis dalam penguatan sektor kesehatan dan ketenagakerjaan. Di antaranya Rian Herdiansyah, S.SN selaku Direktur PT BSK, dr. NR Ratih Rustiati, MMRS., CHMC., FISQua selaku Direktur RS Edelweiss, Imas Nurhayati, M.M selaku Wakil Direktur Operasional, serta Christian Regensius Kacap BPJS Cianjur, Turut hadir pula H. dr. Cecep Juhana, M.K.M selaku Sekretaris Dinas Kesehatan, mitra korporasi, serta Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran berbagai perusahaan besar dari wilayah Cianjur dan sekitarnya menjadi refleksi nyata bahwa isu keselamatan dan kesehatan kerja kini semakin mendapat perhatian serius dari berbagai sektor industri.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem perlindungan tenaga kerja yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan.
Direktur RS Edelweiss, dr. NR Ratih Rustiati, menyampaikan bahwa trauma center ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara inklusif.
Ia menegaskan bahwa layanan ini tidak hanya berfokus pada tindakan kuratif, tetapi juga mencakup aspek preventif dan rehabilitatif.
“Trauma center ini melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis bedah umum, ortopedi dan traumatologi, urologi, hingga anestesi yang siaga 24 jam. Kami juga didukung oleh fasilitas diagnostik dan terapeutik yang lengkap, serta layanan rehabilitasi pasca perawatan untuk memastikan pemulihan pasien berjalan optimal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kecepatan dalam penanganan kasus trauma. Untuk itu, RS edelWeiss menyediakan layanan hotline 24 jam serta fasilitas penjemputan pasien sebagai bagian dari sistem respons cepat yang terintegrasi. Dengan demikian, setiap kasus kecelakaan kerja dapat ditangani secara dini untuk meminimalisir risiko komplikasi.
Di sisi lain, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cianjur, Christian Regensius, menegaskan bahwa layanan ini memberikan jaminan kemudahan akses bagi seluruh peserta. Ia menjelaskan bahwa biaya pengobatan akibat kecelakaan kerja akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan rekomendasi medis yang diberikan oleh dokter.
“Peserta tidak perlu memikirkan biaya, karena seluruhnya ditanggung. Bahkan, terdapat manfaat tambahan berupa santunan selama peserta tidak mampu bekerja hingga dinyatakan pulih,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa layanan ini bersifat inklusif dan dapat diakses oleh berbagai lapisan pekerja, baik formal maupun informal, termasuk perangkat desa dan kelompok pekerja rentan lainnya yang telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan tingkat kepesertaan yang terus meningkat—sekitar 40 persen dari total potensi pekerja di Kabupaten Cianjur—kehadiran trauma center ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perlindungan tenaga kerja menuju cakupan menyeluruh (universal coverage).
Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memastikan setiap pekerja mendapatkan hak perlindungan yang layak.
Peluncuran trauma center ini pada akhirnya menjadi simbol kuat dari sinergi antara layanan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Lebih dari itu, ini adalah manifestasi komitmen bersama dalam menghadirkan layanan yang berkeadilan, responsif, dan menempatkan keselamatan manusia sebagai prioritas utama.
Sebuah langkah maju yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, khususnya para pekerja yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
Azizah

