Rabu, Mei 20, 2026
BerandaDaerahDedikasi Tanpa Batas Tim Damkar: Evakuasi Sarang Tawon Berbahaya di Tengah Keterbatasan...

Dedikasi Tanpa Batas Tim Damkar: Evakuasi Sarang Tawon Berbahaya di Tengah Keterbatasan Sarana

Oleh wahid MA kabiro Priangan timur

SRIndonesia


Tasikmalaya selasa 19/ mei / 2026
Sebuah proses evakuasi sarang tawon jenis Vespa, yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan odeng, berlangsung dengan suasana yang menegangkan dan memakan waktu hampir lima jam. Tingkat kesulitan penanganan meningkat drastis mengingat lokasi sarang yang tersembunyi di dalam struktur atap bangunan milik Ketua Yayasan Al Burhan, tepatnya di Kampung Sukahurip RT 05/01, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Jenis tawon ini diketahui memiliki kandungan racun yang sangat berbahaya, di mana setiap sengatannya berpotensi menimbulkan dampak serius dan mengancam keselamatan jiwa manusia.

Respons cepat dan tanggap terhadap laporan masyarakat patut diapresiasi tinggi. Segera setelah menerima informasi terkait keberadaan sarang berbahaya tersebut, Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Tasikmalaya, Agus Toni, S.I.P., tanpa menunda waktu, menugaskan staf andalannya, Iwan Setiawan—seorang Operator Pelayanan yang telah berpengalaman luas dalam penanganan pemusnahan sarang tawon—untuk bergerak ke lokasi sesuai arahan yang diberikan. Ketanggapan serta dedikasi Iwan dalam menindaklanjuti aspirasi warga menjadi cerminan pelayanan publik yang patut dihargai.

Setelah proses evakuasi yang berjalan selama kurang lebih lima jam itu rampung dilaksanakan, Iwan Setiawan menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama pelaksanaan penanganan berlangsung. Ia memaparkan bahwa lokasi sarang yang tersembunyi di balik struktur atap menuntut penanganan yang dilakukan dengan sangat hati-hati dan berpedoman pada prosedur kerja yang ketat. Hal ini menjadi keharusan demi mencegah kemungkinan serangan massal dari kawanan tawon yang dapat berakibat fatal bagi keselamatan.

Dalam keterangannya di lokasi kejadian, Iwan juga menguraikan sejumlah kendala teknis yang harus dihadapi tim di lapangan. “Pada penanganan kali ini, saya tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), mengingat sebagian besar perlengkapan yang tersedia di kantor kami sudah tidak layak pakai karena sudah lama dan termakan usia,” ungkapnya dengan jujur.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keterbatasan kelengkapan sarana dan prasarana ini bukan hanya dirasakan saat menangani sarang tawon, melainkan juga pada pelaksanaan tugas lainnya, seperti evakuasi hewan liar berbisa termasuk ular kobra, maupun saat bertugas menanggulangi kebakaran. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab besar yang dipikul oleh instansi pemadam kebakaran tidak hanya sebatas menyelamatkan nyawa, namun juga menjaga serta melindungi aset dan harta benda masyarakat dari kerusakan atau kerugian.

“Oleh karena itu, harapan terbesar kami adalah adanya perhatian nyata berupa penambahan jumlah armada serta penyediaan peralatan evakuasi yang memadai. Khususnya untuk penanganan sarang tawon, ketersediaan APD sangatlah krusial agar proses pekerjaan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efektif. Penanganan jenis ini sering kali kami laksanakan pada malam hari guna meminimalkan risiko bagi petugas maupun warga di sekitar lokasi, sehingga perlengkapan pelindung diri dan alat penerangan yang layak menjadi kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi,” tambahnya lagi.

Di kesempatan terpisah, Ketua Yayasan Al Burhan, Ahmad Yani, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada segenap jajaran tim Damkar Kabupaten Tasikmalaya atas kesiapsiagaan serta kecepatan tanggapan yang telah diberikan. Ia pun menyampaikan harapan agar Bupati Tasikmalaya kiranya dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan personel serta kelengkapan fasilitas operasional bagi para petugas Damkar.

“Kami sangat berterima kasih atas kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan. Perjuangan mereka melaksanakan tugas di tengah risiko yang membahayakan nyawa merupakan hal yang patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap Bupati Tasikmalaya senantiasa memperhatikan keberadaan serta kebutuhan operasional Damkar, agar mereka dapat terus bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat dengan perlengkapan yang layak, aman, dan memadai,” ujar Ahmad Yani.

Hadir pula di lokasi pelaksanaan evakuasi, H. Agus Muhazir, salah satu pengurus Yayasan Al Burhan, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kinerja tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tasikmalaya yang bertugas di bawah koordinasi Iwan Setiawan. Menurut penilaiannya, seluruh rangkaian penanganan yang dilakukan telah berjalan dengan sangat profesional, kendati dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis yang cukup berat dan kompleks.

H. Agus Muhazir menjabarkan bahwa posisi sarang tawon yang berada di bagian terdalam atap bangunan, ditambah dengan padatnya instalasi kabel listrik yang terpasang di sekitar area tersebut, menjadi kekhawatiran tersendiri sejak awal. Tingkat kesulitan semakin meningkat mengingat proses evakuasi terpaksa dilaksanakan pada malam hari demi alasan keamanan bersama. Meski dihadapkan pada berbagai kendala tersebut, seluruh tantangan dapat diatasi dengan cermat, penuh kehati-hatian, dan ketelitian tinggi oleh tim yang bertugas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah kerja dan profesionalitas tinggi yang ditunjukkan oleh tim Damkar. Mengingat posisi sarang yang tersembunyi, berdekatan dengan jaringan kabel listrik, serta pengerjaannya dilakukan di malam hari, risiko yang dihadapi cukup besar. Namun, berkat keahlian dan ketelitian, semuanya dapat diselesaikan dengan sangat baik,” ungkap H. Agus Muhazir.

Ia juga menekankan betapa mendesaknya penanganan ini dilakukan, mengingat lokasi sarang berada tepat di lingkungan halaman sekolah yang dihuni oleh cukup banyak peserta didik. Belum lama ini, keberadaan sarang tersebut bahkan telah menimbulkan insiden yang merugikan, di mana seorang warga pernah menjadi korban sengatan kawanan tawon berbahaya itu. Oleh karenanya, kehadiran serta ketanggapan tim Damkar dinilai sangat berperan besar dalam mencegah timbulnya risiko bahaya yang lebih luas dan fatal.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada seluruh tim yang telah bertugas keras memusnahkan sarang ini. Jika tidak segera ditangani, ancaman bahayanya sangat nyata, apalagi banyak anak-anak yang beraktivitas di lingkungan ini dan baru saja ada yang menjadi korban. Kini, rasa aman dan keselamatan warga, terlebih para anak didik kami,” pungkasnya
dengan perasaan lega dan haru.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments