Jumat, Mei 1, 2026
BerandaApresiasiTekan Angka Stunting, Dinkes Kota Cimahi Terapkan Strategi Formula 3-1-2

Tekan Angka Stunting, Dinkes Kota Cimahi Terapkan Strategi Formula 3-1-2

CIMAHI, SRIndonesia.Net- Dinas Kesehatan Kota Cimahi menetapkan strategi penurunan kasus Stunting dengan Formula 3-1-2. Lewat formula tersebut, bayi mendapat pemantauan makanan tambahan secara periodik untuk meningkatkan berat badan sehingga mengurangi risiko Stunting.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Balita yang mengalami stunting selama tahun 2021 sebanyak 3.261 orang, atau 10,18 persen dari total Balita Kota Cimahi mencapai 32.044 orang. Kasus stunting di tahun 2022 diklaim menurun menjadi 9,7 persen atau 3.036 Balita.

Pj. Wali Kota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan., mengatakan, ” penurunan stunting tidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat. “Diperlukan komitmen seluruh lapisan masyarakat agar penanganan Stunting dilakukan terus menerus dan berkesinambungan, “katanya.

“Kunci pencegahan dan penanganan stunting adalah di 1000 hari pertama kehidupan. Sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah dua tahun (baduta), baik melalui intervensi gizi spesifik, maupun intervensi sensitif.
“Melihat data Stunting Kota Cimahi, perlu dilakukan aksi-aksi yang mendukung percepatan penurunan Stunting, salah satunya dengan formula 3-1-2, “ujarnya.

Aksi formula 3-1-2 merupakan pemantauan pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang secara periodik. Dengan pemantauan tersebut, diharapkan Balita dapat secara kontinyu mengkonsumsi makanan tambahan yang diberikan sehingga penambahan berat badan dapat dicapai sesuai target, yang bermuara pada penurunan angka stunting di Kota Cimahi.

Adapun yang menjadi lokus pelaksanaan strategi percepatan penurunan stunting yaitu di Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan.
Pendekatan yang dilaksanakan melalui formula 3-2-2, yaitu pemberian makanan tambahan (PMT) dilaksanakan selama 15 hari, balita dikumpulkan dan dipantau pada saat mengkonsumsi makanan tambahan oleh kader dan tenaga kesehatan di Puskesmas Cibeureum.
Kemudian dilanjutkan pemberian mandiri oleh keluarga selama 5 hari di rumah, kemudian dievaluasi selama 10 hari terakhir. “paparnya.

“Selama program berlangsung, berat badan balita dipantau setiap 7 hari.
Lebih lanjut Dikdik menjelaskan, saat ini turut dikembangkan aplikasi porting atau portal informasi titik stunting yang terintegrasi dengan e_PPGBM dari kemenkes. Aplikasi tersebut menyajikan dashboard informasi berkaitan dengan status gizi masyarakat Kota Cimahi yang dapat diakses oleh seluruh stakeholder terkait.

Aplikasi porting juga menyediakan informasi terkait pemantauan pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan bumil KEK yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan intervensi di tingkat kelurahan. ” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati menambahkan, manfaat strategi percepatan penurunan stunting dengan formula 3-1-2 yaitu terintegrasinya data kasus Stunting. Hal itu membuat jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Kelurahan memiliki data yang validitasnya baik. “Selain itu, formula 3-1-2 dapat dijadikan model untuk percepatan penurunan Stunting.

“Manfaat eksternal formula 3-1-2 yaitu kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan meningkat. Masyarakat merasakan dampak langsung dari program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemkot Cimahi terutama dalam mengawal upaya penurunan kasus stunting dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Cimahi sejak dini yang bermuara pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, “pungkasnya. *Denny

Editor ; eff

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments