Senin, Juni 1, 2026
BerandaBandung RayaSosialisasi Desa Siap Siaga Tentang Faham Terorisme Dan Radikalisme

Sosialisasi Desa Siap Siaga Tentang Faham Terorisme Dan Radikalisme

Kabupaten Bandung, Berita SRIndonesia.com- Dalam rangka Sosialisasi Program Desa Siap Siaga, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forkimcam Pasirjambu Kabupaten Bandung, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mencegah ancaman faham radikalisasi dan terorisme, digelar bertempat di Gedung Serbaguna Desa Cisondari.

Acara dilaksanakan selama  dua hari, Selasa, 22 April 2025 dan  Rabu, 23 April 2025. Sosialisasi ini sengaja digelar dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mencegah ancaman faham radikalisasi dan terorisme mengenai regulasi hukum yang berkaitan dengan Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Eldi Bisma  Kepala seksi Pengendalian Krisis BNPT menjelaskan, “Sosialisasi Program Desa Siap siaga yang digelar di Kecamatan Pasirjambu  ini bertujuan untuk membangun sistem ketahanan keamanan masyarakat dalam bidang pencegahan faham terorisme, “sehingga mereka memiliki kemampuan dalam menangkal
radikalisme dan intoleransi dalam lingkungan masyarakat, “terangnya.

Lebih lanjut Eldi Bisma mengatakan, “dengan diadakannya program seperti ini, diharapkan masyarakat akan lebih mudah mengenali faham radikalisme sejak dini, sehingga masyarakat sekitar dapat mewaspadainya dan bisa mengambil langkah tepat dalam menghadapi potensi ancaman yang mungkin akan muncul di lingkungan mereka. “tegasnya.

“Tidak sampai disitu, masyarakat juga harus bekerja sama dengan Pemerintah Desa mulai dari tingkat Rt/Rw agar selalu aktip memberikan sosialisasi kepada lingkungan sekitar terkait pencegahan faham tersebut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga permasalahan yang mungkin akan muncul bisa segera diantisipasi dengan langkah yang tepat sesuai regulasi, “paparnya.

Desa siapsiaga merupakan
Program prioritas BNPT yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan daya tangkal masyarakat desa terhadap faham radikalisme, terorisme, dan ekstremisme. ” Program ini bertujuan untuk menciptakan desa yang toleran dan mampu mencegah masuknya ideologi radikalisme. “ujarnya.

Salah satu yang pernah menjadi seorang teroris Haris Amir Falah mengungkapkan,
Pengalaman seorang teroris sangat kompleks dan bervariasi, ia mengalami proses radikalisasi yang panjang, mulai dari merasa tidak puas dengan kondisi sosial-politik hingga bergabung dengan kelompok ekstremis.

“Haris  menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengikuti ajaran sesat yang pernah ia alami, “ketika kami masih kuliah mengikuti langsung dan di baiat menjadi teroris, “sungguh kelam kehidupan kami pada waktu itu, dengan tindakan tindakan  salah yang pernah ia lakukan. “ungkapnya dengan rasa penyesalan.

Haris Amir Falah  memutuskan diri keluar dari organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI), dan bertobat, kemudian Haris  bergabung dengan BNPT. Ia dipercaya sebagai pakar, haris tidak peduli keputusan yang diambilnya mendapat banyak teror dari rekan-rekannya. Menurutnya Program ini bertujuan untuk menciptakan desa yang toleran dan mampu mencehah masuknya ideologi radikalisme.”pungkasnya.*
Sam Permana.

Editor ; effendi SP

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments