Cimahi, SRIndonesia.com -Pemugaran tembok setinggi setengah meter oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, mengawali akan dibangunnya Puskesmas Utama/Induk di Kelurahan Cibeureum.
Lokasinya pun cukup strategis. Berdekatan dengan permukiman penduduk yang masuk ke wilayah Leuweung Gede, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan.
Sehingga diharapkan, pembangunan Puskesmas Induk ini merupakan ‘miniatur’ pelayanan kesehatan publik yang lebih representatif.
“Aspek kesehatan merupakan modal dasar utama untuk mendongkrak sumber daya manusia. Untuk itu, Pemerintah Kota Cimahi menaruh perhatian yang serius terhadap hal ini,” ujar Ngatiyana yang didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Cimahi, Sekky Intania, dilokasi pembongkaran.
Selanjutnya Ngatiyana berharap, Puskesmas Induk ini tak lebih dari jaringan pelayanan terpadu yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen.
Dan memang, idealnya Puskesmas itu dibangun dengan komposisi penduduk berjumlah 30 ribu jiwa.
Cuma, karena terbatasnya lahan, hingga saat ini seperti di Kelurahan Baros, Setiamanah dan Karangmekar, masih belum memiliki Puskesmas andalan.
“Kami dari jajaran Dinkes Kota Cimahi sudah berupaya sekuat tenaga. Tapi kendalanya adalah keterbatasan lahan serta diperparah lagi dengan harga tanahnya yang melambung,” ungkap Sekky, seraya menambahkan, untuk pembangunan Puskesmas di tiga Kelurahan tersebut hingga kini belum terealisasikan.
“Apalagi kan membangun Puskesmas itu mesti di lokasi yang favourable plus strategis. Dan posisinya harus berada di sisi bahu jalan,” katanya.
Namun demikian, pembongkaran sekaligus pembangunan untuk Puskesmas Induk/Utama ini telah masuk dalam agenda skala prioritas Dinkes Kota Cimahi.
Pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9 miliar yang bersumber dari APBD Murni Kota Cimahi Tahun Anggaran 2025. (Denny).

