Oleh wahid MA *kabiro Priangan timur
Beritasuararakyatindonesia.com
TASIKMALAYA, 20 Mei 2026 – Dampak positif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus terasa nyata hingga ke tingkat pelayanan masyarakat terbawah. Hal ini terlihat jelas di wilayah Kampung Sukahurip RT 05/01, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Di wilayah tersebut, Dapur MBG Sinagar 1 Yapinda menjadi penyuplai utama bagi Posyandu Sukahurip, di mana para kader secara aktif dan konsisten menyalurkan asupan makanan bergizi setiap hari bagi balita, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Bagi para kader Posyandu Sukahurip, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas harian atau kewajiban tugas. Lebih dari itu, di balik proses penyaluran menu dan pencatatan data penerima, tersemai semangat gotong royong serta kepedulian sosial yang mendalam. Komitmen ini diwujudkan dalam upaya memastikan setiap anak, ibu hamil, dan ibu menyusui mendapatkan asupan gizi yang layak dan berkualitas demi kesehatan dan tumbuh kembang yang optimal.
Koordinator Posyandu Sukahurip, Neng Oca, mengungkapkan bahwa manfaat dari pasokan yang berasal dari Dapur MBG Sinagar 1 yapinda ini sangat terasa dampaknya bagi masyarakat maupun pengelola pelayanan kesehatan dasar di lingkungannya.
“Kami para kader Posyandu Sukahurip merasakan langsung manfaat besar dari kehadiran program ini. Kami menyalurkan makanan setiap hari kepada balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, di mana posyandu kami tercatat sebagai penerima kategori B3 dengan pasokan dari Dapur MBG Sinagar 1 Yapinda ujar Neng Oca.
Pada penyaluran hari ini, Rabu (20/5/2026), para penerima manfaat menyampaikan rasa puas dan kebahagiaannya. Menu yang disajikan dinilai sangat layak dikonsumsi dan memenuhi standar gizi yang baik. Bahkan, harapan pun tersampaikan agar menu dengan kualitas serupa dapat disajikan lebih sering, tidak hanya sesekali waktu saja.
Terkait kelancaran distribusi, Oca telah menyusun mekanisme khusus agar tidak ada penerima manfaat yang terlewatkan, meskipun memiliki keterbatasan waktu untuk mengambil langsung makanan tersebut.
“Saya telah memberikan arahan kepada seluruh penerima manfaat untuk menyiapkan sistem penitipan wadah. Mekanismenya, wadah dibawa dan ditinggalkan di posyandu, lalu kami pengurus akan memindahkan makanan ke dalam wadah tersebut. Nanti, ibu-ibu bisa mengambilnya kembali saat memiliki waktu luang. Cara ini kami buat agar hak seluruh penerima tetap terlayani dengan baik,” jelasnya.
Pencatatan data pun dilakukan secara tertib dan terstruktur. Seluruh daftar nama penerima manfaat telah tercatat rapi di masing-masing lingkungan Rukun Tetangga, sehingga penyaluran berjalan tepat sasaran dan akuntabel. “Data penerima sudah tercatat lengkap di setiap RT,” tegasnya.
Lebih jauh, Oca menegaskan bahwa peran para kader posyandu dalam program ini adalah sebagai mitra dan pekerja sosial yang hadir di tengah masyarakat. Dengan senyum tulus, ia menyampaikan dedikasinya, “Kami para kader posyandu ini sejatinya adalah pekerja sosial. Kami hadir membantu menyalurkan bantuan dari Dapur MBG Sinagar 1 Yapinda ini kepada ibu-ibu yang memiliki balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Kami hanya berniat membantu mendistribusikan asupan ini agar kesehatan mereka senantiasa terjaga dengan baik.”
Sinergi antara Dapur MBG Sinagar 1 Yapinda dan peran aktif masyarakat di Posyandu Sukahurip, Desa Sinagar, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang erat menjadi kunci keberhasilan program pemerintah dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat, kuat, dan bergizi hingga ke pelosok desa.

