Beritasuararakyatindonesia.com – Kabupaten Bandung , terus mendorong transformasi digital di sektor perpajakan daerah dengan mengadopsi sistem pendataan berbasis Geographic Information System (GIS). Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pajak serta mendorong pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan, menjelaskan bahwa pemanfaatan GIS memungkinkan pemerintah daerah memiliki basis data perpajakan yang lebih valid, terintegrasi, dan mudah dianalisis. Dengan dukungan teknologi spasial, proses identifikasi objek dan subjek pajak dapat dilakukan secara lebih sistematis dan tepat sasaran.Rabu (14 Januari 2026)
Transformasi digital ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan tata kelola perpajakan yang modern dan akuntabel. Melalui sistem yang lebih terbuka dan berbasis data faktual, Bapenda berharap tingkat kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dapat meningkat secara berkelanjutan.
Penerapan GIS memungkinkan pemetaan potensi pajak dilakukan secara visual berdasarkan kondisi riil di lapangan. Data spasial tersebut menjadi alat penting dalam menganalisis potensi yang belum tergarap sekaligus meminimalkan ketidaktepatan data. Pendekatan ini dinilai efektif untuk memperkuat perencanaan dan pengambilan kebijakan fiskal daerah.
Fokus Pajak Strategis untuk Target PAD 2026
Dalam perencanaan anggaran tahun 2026, Bapenda Kabupaten Bandung memprioritaskan optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kedua jenis pajak tersebut dipandang memiliki potensi besar dalam menopang pendapatan daerah, seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan pergerakan investasi di wilayah Kabupaten Bandung.
BPHTB menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus karena kontribusinya yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Dengan dukungan data GIS yang akurat, Pemkab Bandung optimistis mampu mengoptimalkan potensi tersebut secara lebih efektif dan berkelanjutan.**
Sam Permana

