Kabupaten Bandung, beritasuararakyatindonesia.com -Orang tua siswa kelas 9 SMPN3 Soreang pertanyakan pertanggung jawaban keuangan acara pelepasan siswa SMPN3 Soreang tahun 2026, yang dilaksanakan 25 Juni 2026 yang lalu. Uang yang masuk berapa dan dipergunakan apa saja. Sebagaimana laporan yang disampaikan ketua pelaksana pada saat acara bahwa keuangan merupakan tanggung jawab bendahara karena yang memegang dan mengalokasikan pengunaanya adalah bendahara.

Seorang orang tua siswa yang enggan menyebutkan jati dirinya mengungkapkan, uang yang terkumpul dari para orang tua boleh dikata tidak sedikit, jadi harus jelas penggunaanya untuk apa saja, ini bukan even yang besar jadi seharusnya pertanggung jawabanya itu bisa disampaikan saat acara, sebagaimana ketua pelaksana melaporkan, “tapi kenapa itu tidak dilakukan’ hanya laporan ketua pelaksana saja, “bila saja saat acara ada laporan pertanggung jawaban keuangan tentu tidak akan menanyakan seperti ini, dari laporan ketua pelaksana saat itu, tidak bisa merinci cash in dan cash outnya keuangan karena semua keuangan dipegang bendahara. ” ujarnya.
Ketua pelaksana acara ESP menjelaskan bendahara pelepasan siswa kelas 9 SMPN3 Soreang telah menyampaikan laporan pertanggung jawabanya di secarik kertas tanpa ditanda tangani. Sabtu (27/6/2026) yang di share ke W.A komite sekolah. Menurut laporanya uang yang didapat dari para orang tua siswa sebesar Rp. 16.750.000,- dengan rincian pengeluaran menghabiskan Rp. 16.690.000,-.
Diantaranya pengeluaran untuk air minum sebanyak 19 dus Rp. 621.000,-
untuk pembuatan sepanduk Rp. 690.000,- dan Rp. 180.000,- , anggaran yang paling besar digunakan untuk pembelian nasi mencapai Rp. 7.290.000,- kue Rp. 1.035.000,- selanjutnya, sound sistem Rp. 2000.000,- band pengiring Rp. 500.000,- lengser Rp. 1.200.000,- alat dj Rp. 600.000,- keamanan Rp.200.000,- tenda + kursi Rp. 800.000,- los listrik Rp. 300.000 – dan yang lainya.
Dalam laporan diduga adanya laporan yang ditulis ganda seperti pembayaran sepanduk, begitu pula untuk pembiayaan yang lain anggaranya ada orangnya tidak ada, “saya sendiri dari mulai dibentuknya panitia sampai hari “H” nya, jangankan makan air minumpun beli sendiri. Itulah fakta dilapangan. ” tuturnya.
Orang tua siswa lainya ada yang mempertanyakan seharusnya laporan keuangan itu wajib dilampiri kwitansi atau bon pembelian, dan ditanda tangani bendahara dan diketahui ketua. “Jika laporan keuangan tanpa dilampiri bukti kwitansi atau bon apalagi tidak ditanda tangani, itu tidak bisa dipertanggung jawabkan karena harus klop apa yang dikeluarkan dengan bukti kwitansi bon yang ada dan ditanda tangani penanggung jawabnya, bukan hanya sekedar tulisan saja. ” tegasnya.
Ketua komite SMPN3 Soreng Asep, ketika diminta tanggapanya, mengatakan sebaiknya panitia mengadakan lagi pertemuan, karena dalam pelaksanaan acara pelepasan siswa kelas 9 SMPN3 Soreang banyak pengeluaran tidak terduga’ , ” ujarnya.
Menurut ESP, untuk diadakanya kembali pertemuan tampaknya akan sulit, acaranya juga sudah selesai, ” biar saja dari data yang dilaporkan bendahara, ” orang tua siswa, pihak sekolah, dan siswa yang akan menilai. Permohonan maaf telah saya sampaikan kepada semua pihak terutama kepada orang tua yang telah memberikan sumbangan untuk acara kegiatan pelepasan siswa SMPN3 Soreang tahun 2026, baik pada saat memberikan sambutan , maupun melalui media ini beberapa waktu lalu.
Tugas saya sebagai ketua juga sudah selesai, bertepatan dengan saat memberikan kata sambutan pada hari ” H ” pelaksanaan. “Dihadapan peserta yang hadir, kepala sekolah, para guru, ketua komite, siswa SMPN3 Soreang, orang tua siswa dan undangan lainya, saat itu saya tegaskan bahwa urusan keuangan sepenuhnya merupakan tanggung jawab bendahara, biarlah hati nurani yang bicara. ” pungkasnya. * effendi SP

