Kabupaten Bandung, BeritaSRIndonesia.com- Sungguh Ironis, delapan puluh tahun Indonesia Merdeka di kampung Cikancung Desa Pananjung Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung masih ada Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) seolah tidak tersentuh aparat pemerintah desa.
Rutilahu yang dihuni Anang Hasan (60) penduduk kampung Cibako Rt.02 Rw.07 Desa Pananjung Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung, lama tidak tersentuh, padahal lokasinya berada dipinggir jalan desa pananjung yang nota bene setiap hari waktu kerja dilewati baik oleh kepala desa maupun perangkat desa lainya namun Rutilahu tersebut luput dari pandangan mereka.


Anang Hasan, kepada BeritaSRIndonesia, menuturkan. ia tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah desa pananjung, ” saya tidak pernah mendapat bantuan berupa apapun, baik itu raskin, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), ataupun Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT), “tuturnya.
Menurut data yang berhasil diperoleh, desa pananjung sendiri untuk tahun 2025 ini mendapat bantuan Dana Desa sebesar Rp. 1.349.805.000 terbilang; Satu Miliar Tiga Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Lima Ribu Rupiah., tentunya jumlah yang tidak sedikit. tapi sangat disayangkan masih ada warga masyarakatnya yang masih hidup miskin menempati Rutilahu, seakan tidak tersentuh.
Dana Desa tahun 2025 difokuskan untuk mengentaskan kemiskinan, melalui program prioritas termasuk BLT, Ketahanan Pangan dan peningkatan kualitas kesehatan serta penurunan stunting. Namun sangat disayangkan di Desa Pananjung Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung masih ada warga masyarakatnya yang seolah tidak tersentuh oleh prioritas program Dana Desa tahun 2025 ini.
Dana Desa sendiri bertujuan diantaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, mengurangi kemiskinan, dan membangun insfrastruktur desa, dan penggunaan Dana Desa harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Kepala Desa Pananjung belum dapat diminta penjelasanya, namun Kepala Dusun Desa Pananjung, Dedi Karmana saat diminta tanggapanya, mengatakan,”sebetulnya ia orang berada, namun kondisi kesehatanya terganggu, tanahnya juga luas, “ujarnya.
Kalau memang kondisinya seperti itu, kenapa dibiarkan, ? dan ketika berbincang dengan BeritaSRIndonesia-pun tidak terlihat ada yang salah dengan kesehatanya, ia bisa diajak ngobrol, dan menjawab setiap pertanyaan. * effendi SP


Mau kesehatanya terganggu atau apalah, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menanganinya, bisa bekerjasama dengan dinas terkait seperti dinas sosial, kalau ia orang berada bisa memberitahu pihak keluarganya, untuk merapikan tempat tinggalnya, agar tidak terlihat kumuh ., banyak cara menuju roma ‘..