Tasikmalaya, Berita SRIndonesia.com- Sejak dibangunya jalan layang Rajapolah Cukoneng ternyata sangat berdampak kepada para pengusaha dan pengrajin kerajinan tangan di Tasikmalaya. Salah satunya Toko milik H. Atang Suwarno, ia mengaku semenjak dibangun jalan layang tersebut tokonya sepi pengunjung, menurutnya para pengunjung betalasan malas untuk berbalik arah.
Kerajinan tangan para pengrajin Rajapolah sempat mengalami masa jaya, bahkan pada masa itu yang berbelanja sampai tiga truk kontainer, mereka beli untuk dijual kembali keluar negeri.

Namun sejak dibangunya jalan layang Rajapolah Cikoneng lambat laun pengunjung dan pembeli mulai berkurang bahkan sepi, ini disebabkan para pengunjung yang biasa melintas dijalan sentra kerajinan, kini mereka menggunakan jalan layang, dan kemungkinan mereka enggan untuk berbalik arah, ” ucap H. Atang Suarno salah seorang pengusaha kerajinan tangan khas Tasikmalaya kepada Berita SRIndonesia, di kediamanya,. Sabtu (09/08/2925).
H. Atang lebih lanjut mengungkapkan, selama ini belum ada perhatian dari pihak pemerintah kepada para pengrajin maupun pengusaha kerajinan tangan khususnya di Rajapolah, ” padahal kami sudah lama menekuni usaha ini bahkan menjadi sentra kerajinan yang menjadi ciri khad Rajapolah. “tuturnya.
“Kami bergarap kepada pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang baru, bisa membangkitkan kembali Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) khususnya perusahaan kerajinan lokal Rajapolah yang kini terancam Gulung Tukar. “harapnya. * Joy.


