Tasikmalaya 9 / 2 / 26 berita suararakyatindonesia.com – Efisiensi sudah pasti menjadi alasan untuk menekan aotfut pengeluaran anggaran pemerintah kabupaten tasikmalaya yg saat ini,
dlm kegiatan program kerja nya tdk banyak melibatkan media lokal untuk melakukan publikasi kegiatan. baik dari kegiatan eksekutif maupun legislatif padahal di era globalisasi saat ini peran media lokal sering kali terpinggirkan di tengah dominasi platform berita global dan media sosial sangatlah berarti di tengah” Masyarakat .
namun saat ini Banyak orang cenderung lebih mengandalkan berita nasional yang disajikan oleh media besar, dengan anggapan bahwa berita lokal tidak memiliki bobot atau relevansi yang sama.padahal media besar dan media yg masih kecil sama ” menggunakan legielitas yg resmi dan berangkat di UU yg sama yaitu UU no : 40 thn 99
namun berbeda dgn anggapan pemerintah Kabupaten tasikmalaya yg scara tdk langsung menyamping kan peran media lokal terbukti dari banyak nya kegiatan” pemkab tasikmalaya yg luput dari pemberitaan
anggapan ini bisa menjadi bumerang, mengingat media lokal memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan masyarakat termasuk pelestarian budaya lokal yg seharusnya diketahui perkembangan nya di masyarakat
Sepertinya Pemkab blum paham bahwa Media lokal berfungsi sebagai jembatan masyarakat untuk menggali informasi yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari ” Agar tdk ketinggalan informasi penting
Di sisi lain keberadaan media sudah jls di akui negara
Sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, bahwa Media Massa merupakan Pilar keempat Demokrasi setelah Eksekutif, Legislatif / Yudikatif
dan yang terakhir Pers sebagai media komunikasi dan informasi
Justru dgn mengabaikan media lokal bisa berdampak serius. Pertama, masyarakat menjadi kurang peka terhadap isu” yang terjadi di sekitarnya. Misalnya, ketika media lokal tidak dilibatkan dalam pemberitaan tentang agenda program kerja Pemkab tasikmalaya khusus nya .termasuk informasi terkait program kerja sangat dibutuhkan bagi masyarakat jika hal ini di abaikan tentu dapat mengakibatkan erosi kepercayaan terhadap institusi
Peran media lokal juga mempunyai tanggung jawab besar untuk melestarikan budaya daerah. Dalam dunia yang semakin homogen, media lokal bisa menjadi sarana untuk menyampiekan berita yg berkaitan dgn masyarakat
Jika seperti ini nasib Media lokal menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran, persaingan dari media besar dan digital, hingga perubahan perilaku konsumen yang lebih memilih berita” media besar kini media lokal harus berjuang untuk bertahan hidup.
kolaborasi dgn Masyarakat perlu diajak untuk menyadari pentingnya dukungan terhadap media lokal,
Menyikapi permasalahan ini
M.Muchlis / papih / angkat bicara
Mengatakan Kondisi ini dinilai bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. dan Undang-Undan No.40 Tahun 1999 Tentang Pers,
bahwa Media, sebagai pilar demokrasi, seharusnya mendapatkan akses yang setara untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada masyarakat
tapi apa yg terjadi di naungan lingkungan pemkab tasikmalaya justru
Menganggap keberadaan Media lokal tdk punya pengaruh besar maka kerjasama yg selama ini sudah di bangun ( BIAS )begitu saja !
lebih lanjut papih berharap keberadaan Media lokal yg sudah terbiasa membangun kerja sama dengan pemkab tasikmalaya bisa di pulihkan kembali semoga. W. MA

