Rabu, Juni 17, 2026
BerandaDaerah“Camat Haurwangi Angkat Bicara: Ancaman Geng Motor Kian Meresahkan, Sinergi Aparat dan...

“Camat Haurwangi Angkat Bicara: Ancaman Geng Motor Kian Meresahkan, Sinergi Aparat dan Warga Jadi Kunci Utama”

Beritasuararakyatindonesia.com Cianjur/ Maraknya dugaan tindakan kriminal yang melibatkan geng motor di wilayah Kecamatan Haurwangi kian menjadi sorotan publik.

Fenomena ini tidak hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tetapi juga memicu kekhawatiran akan keamanan dan ketertiban, khususnya pada waktu-waktu rawan seperti malam akhir pekan.

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Haurwangi menegaskan bahwa meskipun tidak semua geng motor dapat dikategorikan sebagai pelaku kriminal, namun realita di lapangan menunjukkan bahwa kehadiran mereka kerap memicu kekisruhan.

Setiap kejadian yang melibatkan kelompok ini hampir selalu berujung pada gangguan ketertiban masyarakat, bahkan berpotensi menimbulkan tindak kekerasan.

“Harapan kami ke depan, kita semua bisa bersatu padu dan kompak dalam menyikapi persoalan ini. Tidak hanya pemerintah kecamatan, tetapi juga aparat kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga seluruh elemen warga harus ikut terlibat,” ujarnya.

Camat juga menekankan pentingnya langkah konkret dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan pihak kepolisian, khususnya Polsek Bojongpicung, dalam melaksanakan patroli rutin.

Kegiatan ini difokuskan pada malam Minggu, yang berdasarkan data dan informasi menjadi waktu paling rawan terjadinya aksi-aksi yang meresahkan.

“Patroli malam menjadi langkah strategis, terutama pada malam Minggu. Ini bukan tanpa alasan, karena sebagian besar kejadian menonjol terjadi pada waktu tersebut. Maka dari itu, kita tingkatkan kewaspadaan dan kehadiran aparat di lapangan,” tambahnya.

Selain itu, penerapan jam malam juga menjadi bagian dari upaya preventif yang dilakukan pemerintah kecamatan.

Kebijakan ini didukung oleh surat edaran dari pemerintah daerah, yang bertujuan untuk membatasi aktivitas masyarakat pada jam-jam tertentu guna menekan potensi tindak kriminal.

Namun demikian, Camat menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan semata. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan. Oleh karena itu, pembinaan terhadap warga, khususnya kalangan pemuda, terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami sudah melakukan pembinaan kepada masyarakat. Setiap pelaksanaan kegiatan, termasuk penerapan jam malam di malam Minggu, kami selalu mengajak seluruh elemen untuk terlibat. Tidak hanya tokoh pemuda, tetapi juga tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga anggota Satlinmas,” jelasnya.

Di Kecamatan Haurwangi sendiri, terdapat delapan desa yang secara bergiliran dilibatkan dalam kegiatan pengamanan. Sistem giliran ini dinilai efektif untuk menciptakan rasa tanggung jawab bersama serta memperkuat solidaritas antarwarga.

“Dengan sistem giliran dari delapan desa, kita harapkan ada rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan wilayah. Ini adalah bentuk nyata dari kekompakan yang kita bangun,” lanjutnya.

Ke depan, Camat Haurwangi berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ia menegaskan bahwa permasalahan geng motor hanyalah salah satu dari sekian banyak tantangan yang harus dihadapi bersama, termasuk berbagai bentuk kriminalitas lainnya yang mungkin muncul.

“Intinya adalah kebersamaan. Jika kita kompak dan bersatu, maka segala bentuk permasalahan, termasuk kriminalitas, dapat kita atasi dengan lebih baik. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan wilayah Kecamatan Haurwangi dapat kembali menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya.

Azizah

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments