Kamis, Juni 11, 2026
BerandaDaerah  Deteksi Dini Tuberkulosis: Pelaksanaan Pemeriksaan ACF SSTB dan Rontgen...

  Deteksi Dini Tuberkulosis: Pelaksanaan Pemeriksaan ACF SSTB dan Rontgen Bu Thorax di Kampung Nyalindung, Desa Linggajati

Oleh: Wahid MA*
kabiro Priangan timur Beritasuararakyatindonesia.cm
Tasikmalaya, 10 Juni 2026 — Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) memerlukan strategi jangkauan langsung ke masyarakat untuk mengatasi keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Menyikapi hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sukaratu melaksanakan kegiatan skrining kesehatan berbasis komunitas yang meliputi Pemeriksaan Active Case Finding untuk Penemuan Kasus Tuberkulosis Secara Dini (ACF SSTB) dan pemeriksaan penunjang rontgen thorax. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampung Nyalindung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu, 10 Juni 2026, sebagai langkah strategis mendeteksi kasus TBC secara dini di wilayah tersebut.

Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta perwujudan komitmen penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berlandaskan prinsip-prinsip nilai AKHLAK. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan formal. Secara teknis, tim tenaga kesehatan melaksanakan serangkaian tahapan, mulai dari pencatatan data identitas, anamnesis terkait keluhan dan gejala klinis, hingga pemeriksaan radiologis berupa rontgen dada untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi organ paru-paru individu yang diperiksa.

Kepala UPTD Puskesmas Sukaratu, Bidan Hj. Ani Sumartini, S.ST., menyatakan bahwa pihaknya secara berkelanjutan berupaya meningkatkan cakupan jangkauan serta mutu pelayanan program kesehatan di wilayah kerja binaannya. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik, sehingga dapat diikuti oleh partisipan yang berasal dari lingkup Desa Linggajati maupun Desa Sinagar.

“Penyelenggaraan skrining ini memiliki urgensi yang tinggi dalam rangka menemukan kasus TBC sedini mungkin, agar intervensi medis dapat segera diberikan dan rantai penularan penyakit dapat ditekan secara signifikan. Pendekatan pelayanan langsung ke tengah masyarakat ditempuh untuk mengatasi hambatan aksesibilitas. Deteksi dini merupakan faktor penentu utama dalam upaya pemberantasan penyakit menular berbahaya seperti Tuberkulosis,” jelasnya.

Lebih lanjut diuraikan, kegiatan ini diselenggarakan melalui kemitraan strategis antara Puskesmas Sukaratu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, serta dukungan dari Stop TBC Partnership Indonesia (STPI). STPI merupakan lembaga kemitraan yang berkomitmen memberantas Tuberkulosis secara komprehensif dan terstruktur melalui fasilitasi kerja sama lintas sektor, yang menjangkau dari tingkat lokal hingga tingkat nasional. Metode pemeriksaan ACF yang diterapkan terbukti efektif dalam mengidentifikasi kasus baru yang mungkin belum terlaporkan sebelumnya.

Secara operasional, kegiatan ini dipandu oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi di bidangnya, antara lain Dokter Senior Dr. Ruth Setyawati, serta didukung oleh Dr. Angga selaku dokter spesialis yang menangani secara khusus kasus Tuberkulosis, beserta tim dokter dari Puskesmas Sukaratu. Dukungan teknis juga diberikan oleh dua orang kader penanggulangan TBC, masing-masing mewakili Desa Sinagar dan Desa Linggajati, kader Posyandu, serta mahasiswa yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi.

Tanggapan positif disampaikan oleh masyarakat setempat terhadap keberadaan layanan ini. Salah seorang warga Kampung Sukahurip, Hernawati, yang turut serta dalam pemeriksaan, menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini memberikan manfaat yang nyata bagi kami, terutama bagi kelompok masyarakat yang menghadapi kendala dalam mengakses fasilitas kesehatan yang berjarak jauh. Melalui kesempatan ini, kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ibu Hj. Ani selaku Kepala Puskesmas Sukaratu beserta seluruh jajaran tim atas dedikasi dan perhatian yang telah diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh warga lainnya yang menilai bahwa mekanisme pelayanan berjalan secara tertib dan didukung oleh sikap petugas yang profesional dan komunikatif.

Ke depannya, manajemen Puskesmas Sukaratu merencanakan untuk melanjutkan program serupa secara berkala di wilayah-wilayah terpencil yang tersebar di Kecamatan Sukaratu. Langkah ini diharapkan dapat memperluas cakupan deteksi dini, meningkatkan status kesehatan masyarakat, serta berkontribusi pada terwujudnya kesejahteraan yang berkelanjutan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments