Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), SRIndonesia.Source – Sekretaris Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) OKI Rivaldy Setiawan, S.H. mempertanyakan netralitas Sekda Kabupaten OKI Asmar Wijaya, buntut pernyataannya dihadapan para kepala desa se–Kabupaten OKI saat acara Bimtek di Bandung Agustus lalu tersebar dan viral di media sosial.
Seperti diketahui, beredar video pernyataan Sekda Kabupaten OKI Asmar Wijaya dalam arahannya kepada para Kades disebuah acara Bimtek di Bandung pada 25 Agustus 2023 lalu. Dalam video tersebut Sekda OKI menyampaikan kepada para kades untuk mendukung H. Iskandar, S.E. yang akan maju sebagai anggota DPR RI tahun 2024 dan M. Alki Iskandar sebagai calon anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan.
Sekda OKI juga meminta hal tersebut disampaikan kepada masyarakat dan kades se-Kabupaten Ogan Komering Ilir.
“Pernyataan tersebut harusnya tidak pantas dilontarkan oleh seorang Sekda. Itu pernyataan politis sekali, itu bukan ranahnya Sekda sebagai aparatur sipil negara,” kata Rivaldy, Jumat (29/9).
Sehingga, dirinya sebagai pemuda dan masyarakat patut mempertanyakan netralitas Sekda dalam hal ini Asmar Wijaya.
Rivaldy mengingatkan bahwa ASN memiliki asas netralitas yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Dalam aturan itu disebutkan bahwa ASN dilarang menjadi anggota dan atau pengurus partai politik. ASN pun diamanatkan untuk tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. Ditambahkannya bahwa ketidaknetralan ASN akan sangat merugikan negara, pemerintah, dan masyarakat.
“Berarti netralitas seorang Sekda dalam hal ini Pak Asmar Wijaya dipertanyakan. Kami para pemuda dari PGK OKI menyayangkan hal itu sampai terjadi, itu tidak benar,” tandas Pria yang akrab disapa Rival ini.
Rivaldy pun semakin terkejut, manakala mengetahui jika pernyataan Sekda Asmar Wijaya soal dukungan kepada calon tertentu terjadi pada saat acara Bimtek resmi yang dihadiri oleh seluruh Kades se Kabupaten OKI.
Disinggung apakah akan ada agenda melaporkan yang bersangkutan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Rivaldy menyebutkan masih akan mempertimbangkannya.
“Secara pribadi saya menyayangkan, kenapa acara Bimtek harus dibumbui dengan ungkapan seperti itu,” imbuhnya.
Kembali ia mengingatkan, jika jabatan Bupati adalah jabatan politik. “Meski pun Pak Iskandar itu masih Bupati, Beliau juga sudah mengajukan pengunduran diri. Dan ingat Jabatan Bupati itu politik ‘loh’. Yang jelas, netralitas seorang Sekda saya pertanyakan dan sangat disayangkan,” pungkasnya.
FUADI

