Oleh: Wahid MA
Kabiro Priangan timur
Berita suara rakyat Indonesia.com
Tasikmalaya, 30 Agustus 2026 — Di tengah upaya pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang terus berlangsung di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Kampung Pramuka Nyalindung hadir dengan model pengembangan yang khas, mandiri, dan berakar kuat pada kekuatan warga sendiri. Berbeda dengan pola pembinaan yang lazim mengandalkan bantuan pihak luar, konsep pemberdayaan terintegrasi yang dikembangkan di kawasan ini sepenuhnya dikelola oleh masyarakat melalui koperasi, menggabungkan sektor UMKM, pertanian, peternakan, hingga perkebunan dalam satu kesatuan sistem yang saling menguatkan. Keberhasilan yang mulai terwujud pun menuai apresiasi mendalam dari berbagai pihak yang mengamati perkembangannya.

Rino Guntur, penggagas sekaligus pengelola konsep pemberdayaan di Kampung Pramuka Nyalindung, menjelaskan secara mendalam bahwa seluruh rancangan pengembangan kawasan ini disusun secara menyeluruh, mencakup aspek konseptual, keuangan, maupun manajemen yang sepenuhnya dikelola melalui koperasi. “Secara konsep, keuangan, maupun manajemen, semuanya berada di bawah pengelolaan koperasi, dengan arah pengembangan yang terintegrasi antara UMKM, pertanian, peternakan, hingga perkebunan,” paparnya saat dikonfirmasi awak media.
Pengembangan yang terintegrasi ini berjalan bertahap. Saat ini, peternakan ayam telah beroperasi selama kurang lebih tiga hingga empat bulan dengan pola: bibit doc disiapkan di pusat, dibagikan kepada warga untuk dipelihara, lalu hasilnya diambil kembali secara terpusat — warga mendapatkan upah, sedangkan keuntungan masuk ke kas koperasi untuk dikembangkan kembali. Model ini nantinya akan diterapkan pula pada budidaya ikan, kambing, hingga sapi. Secara keseluruhan, program baru mencapai sekitar sepuluh persen dari target, namun ditargetkan seluruhnya dapat berjalan optimal dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Hal yang paling mendasar dan menjadi keunggulan utama dari konsep ini adalah soal pendanaan: seluruh modal bersumber dari masyarakat sendiri, tanpa bergantung pada bantuan pemerintah maupun pihak luar. Koperasi yang menjadi tulang punggung pengelolaan beranggotakan sekitar enam puluh orang dari dua Rukun Tetangga di kawasan tersebut, dengan iuran bulanan yang menjadi sumber modal utama pengembangan usaha.
Di tempat yang sama, Wawan, salah satu pendidik yang turut mengamati perkembangan di Kampung Pramuka Nyalindung, menyampaikan penilaiannya yang penuh kekaguman atas pencapaian yang diraih. “Nilai pemberdayaan yang tumbuh di Nyalindung di bawah naungan gerakan kepramukaan ini luar biasa positif, bahkan sangat mengejutkan. Hasil yang dihasilkan dan dampak yang dirasakan masyarakat mampu melampaui apa yang umumnya dapat dicapai oleh lembaga pemberdayaan serupa,” ujarnya. Penilaian ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat diberi ruang untuk bergerak, berinovasi, dan mengelola sumber daya secara bersama-sama, hasilnya dapat melampaui harapan.
Kemandirian yang ditunjukkan oleh masyarakat Kampung Pramuka Nyalindung ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat dapat tumbuh kokoh ketika berakar pada partisipasi aktif, kesadaran kolektif, dan kerja sama yang tulus antarwarga. Di tengah upaya pembangunan wilayah Kecamatan Sukaratu dan Kabupaten Tasikmalaya secara luas, keberhasilan ini menjadi model pembangunan yang tidak hanya mengutamakan hasil ekonomi, melainkan juga memperkokoh kebersamaan, kemandirian, dan martabat masyarakat yang membangunnya sendiri.

