Senin, September 7, 2026
BerandaDaerahRevitalisasi SMP Negeri 1 Padakembang: Upaya Peningkatan Kualitas Sarana Pendidikan, Komite Harap...

Revitalisasi SMP Negeri 1 Padakembang: Upaya Peningkatan Kualitas Sarana Pendidikan, Komite Harap Adendum untuk Perbaikan Lantai

Oleh: Wahid MA
Kabiro Priangan timur berita suara rakyat Indonesia. Com
Tasikmalaya, 7 September 2026 — Kualitas sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu pilar fundamental yang menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan memadai bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan prasyarat mutlak untuk menumbuhkan semangat belajar, meningkatkan konsentrasi peserta didik, serta mendukung kinerja tenaga pendidik secara optimal. Menyadari hal tersebut, program revitalisasi satuan pendidikan yang digulirkan pemerintah menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan di daerah-daerah yang membutuhkan pembenahan fasilitas secara menyeluruh.

Salah satu satuan pendidikan yang kini tengah merasakan dampak positif dari program tersebut adalah SMP Negeri 1 Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Dengan alokasi pagu anggaran sebesar Rp1.699.976.000 (satu miliar enam ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus tujuh puluh enam ribu rupiah), sekolah ini kini sedang menjalani proses revitalisasi yang diharapkan dapat mengubah wajah dan kualitas pelayanan pendidikan di wilayah tersebut. Program ini berada di bawah tanggung jawab langsung Kepala Sekolah, Hj. Tatin Sesyeti, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Pelaksana P2SP, Wawan Setiawan, M.M.Pd., yang memastikan setiap tahapan pelaksanaan berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan berlandaskan regulasi yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini dikelola melalui mekanisme yang telah ditetapkan dalam panduan resmi, di mana peran P2SP menjadi sentral dalam pengelolaan bersama unsur sekolah dan masyarakat. Pendekatan ini sengaja dipilih agar tidak terjadi penyerahan proyek secara utuh kepada pihak ketiga, sehingga setiap tahapan pembangunan tetap dapat diawasi dan menjamin kualitas yang sesuai dengan standar teknis pendidikan.

Namun, di tengah proses pembangunan yang berjalan, muncul catatan strategis yang disampaikan oleh pihak komite sekolah. Berdasarkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun, lingkup pekerjaan mencakup penggantian atap, plafon, dan kusen, namun belum mencakup perbaikan lantai. Padahal, secara empiris, kondisi lantai di sejumlah ruang pembelajaran telah mengalami kerusakan yang cukup signifikan dan berdampak langsung pada kenyamanan serta keamanan penggunaan ruang kelas. Oleh karena itu, komite sekolah menyampaikan harapan agar dapat dilakukan adendum atau penambahan lingkup pekerjaan, sehingga perbaikan lantai dapat dimasukkan ke dalam agenda pembangunan dan hasil revitalisasi benar-benar menyeluruh, tidak parsial, serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh warga sekolah.

“Kami menyadari bahwa kenyamanan belajar anak-anak sangat berkaitan dengan kelayakan bangunan secara keseluruhan. Pekerjaan ini harus berjalan dengan ketelitian dan kepatuhan terhadap standar, bukan terburu-buru, karena menyangkut ketahanan bangunan jangka panjang. Namun demikian, kami berharap kerusakan lantai yang sudah terlihat nyata dapat menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui penambahan lingkup pekerjaan, agar revitalisasi ini benar-benar menyentuh seluruh aspek yang dibutuhkan,” ungkap perwakilan komite sekolah, menekankan pentingnya kelengkapan pembenahan infrastruktur pendidikan.

Selain aspek teknis pembangunan, hal yang juga menjadi perhatian bersama adalah tata kelola aset negara. Bangunan sekolah merupakan milik pemerintah yang memiliki nilai strategis dalam pelayanan publik. Seluruh material lama yang masih bernilai maupun yang sudah tidak layak pakai tetap harus diperlakukan sebagai aset negara, tidak boleh dijual atau dibuang secara sembarangan, melainkan harus melalui prosedur penghapusan dan pemanfaatan kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta diserahkan kepada Dinas Pendidikan untuk ditetapkan pemanfaatannya lebih lanjut. Hal ini penting untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi pengelolaan aset publik.

Menanggapi berbagai hal tersebut, Kepala Sekolah, Hj. Tatin Sesyeti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas terealisasinya program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat, yang telah mengakomodir permohonan revitalisasi sekolah ini. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen dan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Harapan kami, seluruh rencana dapat terealisasi secara maksimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para peserta didik dan tenaga pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif,” ujar beliau.

Secara keseluruhan, proyek ini mencakup perbaikan sebanyak 11 ruangan serta pemasangan paving blok pada sebagian area halaman sekolah. Lebih dari itu, atas nama seluruh warga sekolah, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi demi kelancaranaran proses pembangunan ini. Semoga langkah ini menjadi amal jariyah yang berkelanjutan, dan dari ruang-ruang yang diperbaiki ini lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, dan bermanfaat bagi nusa serta bangsa.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments