Kab Tasik, SRIndonesia.Source, — pengembangan Desa wisata Goa Wadon yang berlokasi di Dusun Jombong Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya yang di anggarkan dari Dana Desa yang di awali dari tahun 2022- 2023 dan 2024. dinilai sangat fantastis kami dapat dari laporan online Desa Mertajaya, pada tahun 2022. dianggarkan sebesar Rp.123.831.600, dan tahun 2023. dianggarkan Rp.59.117.200 pada tahun 2024 dianggarkan Rp.54.442.200. tentunya sangat fantastis sekali. sabtu 21/09/2024.

Menurut pantauan tim Media SRIndonesia. dilapangan dari semuanya laporan tersebut oknum kuwu Mertajaya inisial (A) diduga me- Mar Up anggaran. pasalnya dari hasil klarifikasi kepada staf Tata Usaha Desa Mertajaya inisial ( I ) diruang Kantornya kamis 19- 09- 2024. yang kebetulan bendaharanya tidak ada dikantor dengan alasan sedang cuti hamil, sangatlah jauh berbeda dari pelaporan online Desa yang disetorkan kepusat oleh pemdes dengan laporan langsung dari staf Tata Usaha yang kami input, terkait hal tersebut patut diduga bahwa oknum Kuwu tersebut Mar Up anggaran, tak hanya itu saja menurut inpormasi yang kami dapat dari narasumber yang dapat dipercaya oknum Kuwu tersebut diduga kuat tidak ada transparansi terhadap warganya.
kami merasa kesal terhadap pemerintahan Desa Mertajaya, pasalnya kami anggap banyak kejanggalan. apalagi terkait pengembangan Desa Wisata Goa Wadon kami rasa kurang kemanfaatannya. sampai saat ini pun belum bisa dirasakan manpaatnya. dan tidak ada aktipitas lainnya, padahal membangun Desa Wiasa Goa Wadon tersebut menggunakan anggarannya tidak sedikit itu besar menurut kami, dan beberapa warga pun tidak diikut sertakan di dalam Musyawarah Desa (MUSDES) termasuk kami tidak di undang dalam rapat Musdes entah kenapa dan ada apa,”ucap Narsum yang enggan disebut namanya kamis 19/09/2024.
Sementara itu pihak media berusaha untuk menemui kades Mertajaya inisial (A) untuk klarifikasi terkait adanya dugaan tersebut coba tim mendatangi kantornya untuk bertemu dengan Kepala Desa namun tidak ada di kantor dengan alasan sedang keluar dikatakan kaur perencanaan menurut staf yang ada. Lalu kami tim media mencoba menghubungi lewat sambungan Watshapnya namun tidak di respon samasekali, tidak sampai disitu kami juga coba lewat chatan,itu juga sama tidak diresponnya. Ini merupakan presiden buruk bagi oknum Kades tersebut, sampai berkali kali di hubungi untuk klarifikasi terkait dugaannya oknum Kades tersebut tidak merespon apa apa, minimal jawab salam pun tidak ada, padahal kami ini media sebagai kontrol sosial dan sebagai Mitra kerjanya. kami menduga Kades tersebut terkesan menghindar . (Tim)

