Soreang, SRIndonesia.com- Warga masyarakat Kabupaten Bandung kembali mengeluh, pasalnya gas 3 kg atau lebih dikenal dengan sebutan gas melon harganya kembali melonjak menjadi Rp. 25.000 dari sebelumnya Rp. 20.000 sampai Rp. 22.000 per tabung.
Kenaikan yang cukup besar ini tentu sangat berdampak, baik untuk kalangan rumah tangga maupun pedagang terutama pedagang gorengan atau pedagang lainya.


Bukan hanya di Kabupaten Bandung, di Kota Bandung juga harga gas melon mengalami kenaikan yang sama berkisar Rp. 22.000 sampai Rp. 25.000 bahkan menurut kabar akan ada kenaikan kembali di bulan Oktober 2025. Warga masyarakat meminta kepada Pemerintah terkait untuk bisa mengendalikan kenaikan harga gas melon, karena sudah merupakan kebutuhan masyarakat setelah menghilangnya minyak tanah.
Di Kabupaten Bandung harga gas melon dari Agen semula sebesar Rp. 16.600 mengalami kenaikan menjadi Rp. 19.000 namun Pemerintah Kabupaten Bandung menjamin pasokan dan ketersediaan gas melon aman.
Dicky Anugrah dari Dinas Perdaggangan dan industri (Disperdagin) Kabupaten Bandung, mengatakan kepada wartawan, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Pihaknya akan terus melakukan pantauan di tingkat pengecer untuk mencegah kenaikan harga yang tidak wajar. ” ujarnya.
Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. 19.000 dari sebelumnya sebesar Rp. 16.600 dengan alasan penyesuaian HET gas melon setelah 10 tahun tidak ada penyesuaian harga, “jelasnya.
HET gas melon 3 kg di pangkalan resmi wilayah Kabupaten Bandung pada bulan Juli 2025 adalah Rp. 19.000 per tabung, harga ini berlaku untuk pembelian di pangkalan resmi Pertamina.
Untuk memastikan ketersediaan dan harga yang sesuai disyarankan untuk membeli gas melon 3 kg di pangkalan resmi Pertamina terdekat lokasi bisa dicari melalui website atau aplikasi Pertamina. Namun untuk pembelian di pangkalan wajib membawa KK dan KTP. * Effendi SP.

