Kabupaten Bandung, BeritaSRIndonesia.com- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Soreang Kabupaten Bandung, mulai menerapkan program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, masuk sekolah pukul 06.30 wib. tidak menggunakan kendaraan, dan tidak membawa HP ke sekolah sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat no.58/PK.03/Disdik tentang jam efektif pada satuan pendidikan di Provinsi Jawa Barat, mulai 14 Juli 2025 jam masuk sekolah resmi dimajukan menjadi pukul 06.30 wib. (14/7/2025).



Bertepatan dengan mulai masuk sekolah menurut pantauan langsung BeritaSRIndonesia.com., para siswa/wi nampak berjalan kaki beriringan ada pula yang masih memakai seragam SD karena bertepatan tahun ajaran baru, namun masih ada 1, 2 yang diantar menggunakan kendaraan, kemungkinan belum mendapat informasi dari sekolah atau sengaja membandel. Gerbang Sekolah ditutup tepat pukul 06.30 wib, banyak siswa/wi yang tertahan diluar gerbang karena terlambat datang, kemungkinan mereka telat berangkat, atau mungkin sesuatu hal.
Dampak dari diterapkanya program ini, lalu lintas menuju sekolah SMPN3 Soreang terlihat lancar yang tadinya setiap pagi padat oleh kendaraan yang mengantar. “alhamdulillah ada perubahan, biasanya setiap pagi arus lalu lintas di jalan ini padat merayap, macet karena banyaknya pelajar yang diantar menggunakan kendaraan bermotor, tapi sekarang tidak, “ujar salah seorang warga sekitar.
Kepala Sekolah SMPN3 Soreang Drs. Kurnia mengatakan, “masuk lebih awal dan berjalan kaki ke sekolah dapat memberikan dampak positif, berjalan kaki dipagi hari akan menghirup udara pagi yang segar, kebugaran fisik, peningkatan suasana hati dan peningkatan konsentrasi, membuat diri menjadi sehat juga akan meningkatkan kecerdasan” paparnya.
Berjalan kaki merupakan bentuk olah raga yang baik untuk menjaga kesehatan, memperkuat otot dan membantu mengontrol berat badan. Beberapa penelitian menunjukan bahwa berjalan kaki dapat meningkatkan aliran darah ke otak, yang berpotensi meningkatkan konsentrasi. Begitu pula dengan berjalan kaki akan mengurangi emisi kendaraan bermotor sehingga lebih ramah lingkungan, dan dapat membantu anak membentuk kebiasaan sehat sejak usia muda. “ungkapnya.
Meskipun berjalan kaki ke sekolah memiliki manfaat, namun penting untuk dipertimbangkan beberapa faktor, seperti jarak tempuh, kondisi lingkungan dan waktu yang dibutuhkan.* Effendi SP

