Garut,BeritaSRIndonesia.com- Pesta Rakyat yang berkaitan pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi., Maulana Akbar Mulyadi dengan Luthfianisa Putri Karlina putri sulung anak Kapolda Metro Jaya., Inspektur Jenderal Karyoto menelan korban jiwa, tiga orang tewas, satu personil Kepolisian Bripka Cecep Saeful (39), dua warga sipil Dewi Jubaedah (61), dan Vania Aprilia (8), serta puluhan korban lain yang mengalami luka, di alun alun pendopo Kabupaten Garut, Jumat, (18/7/2025).


Ada yang menarik dari kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kanal youtube nya mengatakan tidak mengetahui ada acara itu, saya hanya memahami nanti malam ada kegiatan, saya bertemu warga dalam bentuk pentas seni. ” saya tidak tahu ada acara syukuran bersama warga, warga diundang makan gratis, ” ujarnya.
Sedangkan dalam kanal youtube nya (14/7/2025), yang menayangkan saat ia berbicang dengan Maula Akbar Mulyadi anaknya., ” tanggal, 18 warga boleh datang ke lapangan , makan sepuasnya, nonton sepuasnya, tertawa sepuasnya. ” katanya. Tentu saja ungkapan ini bertolak belakang dengan ucapanya bahwa ia tidak mengetahui ada acara syukuran bersama warga.
Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Yugi Bayu Hendarto., S.I.K., M.A.P., mengatakan masih mendalami kematian tiga orang yang tewas dalam acara pesta rakyat untuk memeriahkan pernikahan anak Gubernur Jawa Barat dengan putri sulung Kapolda Metro Jaya tersebut. “Kami sedang mendalami, dan akan mengevaluasi pelaksanaan acara, termasuk mendalami kesaksian dari panitia penyelenggara kegiatan. ” ujarnya.
Kapolres Garut menambahkan, pihak Kepolisian sudah melakukan persiapan untuk menghadapi acara dengan menggelar apel gabungan yang melibatkan unsur TNI POLRI, Satpol PP, Dishub dan yang lainya dengan tujuan mengamankan kawasan tempat penyelenggaraan acara tersebut. ” Sebanyak 400 personel gabungan telah disebar ke sejumlah titik untuk pengamanan lokasi.
Kapolres, menambahkan pada saat kejadian banyak warga masyarakat dengan antusias datang ke acara yang menyajikan hiburan dan makanan gratis itu, dan kericuhan pecah saat massa semakin banyak tidak terkendali, “paparnya.
Menurut sumber dari Kepolisian korban dari tragedi pesta rakyat pernikahan anak gubernur Jawa Barat berjumlah 30 orang, 3 orang tewas, 8 dirawat intensif, dan 19 orang rawat jalan.
Menurut Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes drg Iwansyah, mayoritas korban mengalami gangguan pernafasan dan keluhan fisik.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta maaf atas adanya kejadian tersebut dan akan menyantuni korban meninggal di acara syukuran makan gratis di pernikahan anaknya, masing masing Rp. 150 juta untuk korban meninggal. “saya mohon maaf yang sebesar besarnya atas terjadinya peristiwa tersebut, ” ungkapnya.
Dedi Mulyadi berjanji akan menanggung kehidupan keluarga korban dan biaya pendidikan anak korban sampai perguruan tinggi. ” saya bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarga korban. ” ucapnya.* Effendi SP.

