Bandung, beritasuararakyatindonesia.com Senin 3 November 2025 — Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bandung terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Sejumlah program strategis tengah dijalankan, mulai dari pembebasan lahan untuk proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci), penyerahan sertifikat tanah elektronik gratis melalui program PTSL, hingga peningkatan kedisiplinan pegawai melalui kegiatan apel rutin.
Proses pembebasan lahan Tol Getaci kembali menjadi sorotan utama. Berdasarkan data ATR/BPN Kabupaten Bandung, progres pembebasan lahan di wilayah ini telah mencapai sekitar 58 persen. Pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) dilakukan secara bertahap melalui kerja sama dengan Bank BRI Cabang Majalaya. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Ciluluk dan Desa Srirahayu di Kecamatan Cikancung, serta Desa Sukamanah di Kecamatan Paseh.
Kepala ATR/BPN Kabupaten Bandung, Iim Rohiman, menjelaskan bahwa proses ini dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami memastikan bahwa masyarakat yang terdampak mendapatkan haknya secara adil. Semua pembayaran dilakukan langsung kepada penerima yang sah melalui rekening masing-masing,” ujarnya di Soreang, Rabu (29/10/2025).
Selain fokus pada proyek strategis nasional, BPN Kabupaten Bandung juga menyalurkan ratusan sertifikat tanah elektronik secara gratis kepada warga di beberapa desa, antara lain Cibodas dan Langensari. Program ini merupakan bagian dari Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digagas pemerintah pusat untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis dan disambut antusias oleh warga.
Di sisi internal, kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung juga menggelar apel pagi rutin sebagai bentuk peningkatan kedisiplinan dan komitmen pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, pimpinan mendorong setiap pegawai agar bekerja profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Meski demikian, dalam beberapa waktu terakhir sempat muncul kendala teknis berupa gangguan sistem elektronik yang menyebabkan keterlambatan pelayanan. Pihak BPN memastikan bahwa permasalahan tersebut sudah dalam penanganan dan akan segera normal kembali. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Tim IT telah berkoordinasi dengan pusat untuk mempercepat pemulihan sistem,” tambah Iim.
Dengan berbagai langkah tersebut, ATR/BPN Kabupaten Bandung berharap mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan memperkuat peran instansi dalam mendukung pembangunan daerah. Baik melalui percepatan pembebasan lahan Tol Getaci maupun peningkatan layanan pertanahan, BPN menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan berkualitas.**
Sam Permana

