Jumat, Juni 19, 2026
BerandaBandung RayaRenungan Pergantian Tahun Baru Masehi

Renungan Pergantian Tahun Baru Masehi

Beritasuararakyatindonesia.com – Tidak terasa kita sampai dipenghujung tahun 2025 dan tahun baru Masehi 2026 akan datang. Tidak sedikit masyarakat dengan antusias merayakan pergantian tahun baru Masehi ini, berbeda halnya dengan pergantian tahun baru Hijriah. Padahal bagi umat Islam ada beberapa kerugian yang terjadi ketika sebagai umat Muslim merayakan tahun baru Masehi dengan meniru niru perbuatan non Muslim. Dengan merayakan tahun baru Masehi berarti telah meniru niru orang kafir dan sebagai muslim selayaknya untuk menghindarinya.

Menunggu detik detik pergantian tahun baru dengan bergadang semalam suntuk bahkan sampai pagi hari hingga kelelahan dan mengantuk akhirnya lalai meninggalkan sholat shubuh. Merayakan tahun baru Masehi dengan neniup terompet, menyulut petasan, menyulut kembang api, berhura hura, berevoria sehingga menimbulkan suara bising, ini semua adalah suatu kemungkaran karena selain tidak bermanfaat juga akan mengganggu umat secara umum, mengganggu orang orang yang butuh istirahat terutama orang sakit yang memerlukan ketenangan.

Rassulullah SAW bersabda ” Sesungguhnya kalian mengikuti jalan orang orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta sampai jika kalian ikuti itu masuk dalam lubang dhab yang penuh liku liku pasti kalian akan mengikutinya” .

Merekayasa amalan yang tanpa tuntunan dimalam tahun baru, berkumpul dan menunggu pergantian tahun baru tanpa ada manfaatnya. Menurut Syaikh Sholeh Al – Fauzan Hafizhohullah bahwa perayaan tahun baru Masehi itu termasuk merayakan yang tidak disyariatkan karena Hari Raya kaum Muslim hanya ada dua yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Bagi umat Islam, kita harus berpegang teguh dengan ajaran agama kita, janganlah menyia nyiakan waktu, manfaatkanlah waktu untuk beribadah, belajar, dan berdzikir. Ketahuilah bahwa menyia nyiakan waktu akan memutuskan dan membuat lalai dari Allah SWT dan Akhirat.

Mari kita renungi apa yang telah kita perbuat di tahun 2025, pergantian tahun adalah momentum penting untuk melakukan refkeksi diri, mengevaluasi amal dan kesalahan di tahun sebelumnya, serta instrospeksi diri untuk perbaikan menuju pribadi yang lebih baik, lebih produktif, dan lebih taat bukan hanya soal perubahan kalender, tapi kesempatan untuk memperbarui niat mensyukuri nimat dan mempersiapkan bekal untuk masa depan yang lebih bermakna, menjadi lebih baik dari hari, bulan, dan tahun sebelumnya. ***

effendi SP
Pimpinan Redaksi

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments