Oleh: Wahid M.A — Kabiro Priangan Timur, Berita Suara Rakyat Indonesia. Com
Tasikmalaya, 11 September 2026 — Ketahanan pangan di tingkat desa menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial-ekonomi masyarakat pedesaan. Di tengah tantangan musim kemarau yang berdampak luas pada sektor pertanian, Pemerintah Desa Mekar Jaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, melaksanakan penyaluran bantuan beras dari Bulog pada Jumat, 11 September 2026, sebagai langkah strategis membantu warga memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kegiatan serupa juga berlangsung di Desa Rancapaku, dalam satu rangkaian pengawasan dan pendampingan pemerintah kecamatan.
Program di Desa Mekar Jaya mencakup 1.275 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan jatah penyaluran untuk periode tiga bulan. Masing-masing keluarga menerima tiga karung beras @10 kg, atau total 30 kilogram per KPM. Angka ini menunjukkan skala bantuan yang cukup signifikan dalam meringankan beban belanja pangan rumah tangga di wilayah tersebut.
Sekretaris Desa Mekar Jaya, deden hikman yang mewakili Kepala Desa Asep Mimbar dalam penjelasannya kepada awak media, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terlebih saat ini banyak lahan pertanian yang mengalami kekeringan dan hasil panen menurun drastis.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Mekar Jaya. Banyak sawah yang dilanda kekeringan, sehingga bantuan beras ini sangat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Bulog yang telah menyalurkan beras ini kepada masyarakat kami.” — ujarnya.
Mengenai kriteria penerima, ditegaskan bahwa bantuan ini ditujukan kepada kelompok yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4, sesuai aturan yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran telah berupaya mengarah pada ketepatan sasaran, yakni kelompok masyarakat yang berada dalam tingkatan kerentanan ekonomi teratas.
Terkait isu yang berkembang luas di masyarakat mengenai penangguhan bantuan bagi yang terindikasi keterkaitan dengan perjudian daring, dijelaskan bahwa program bantuan beras ini belum terdampak kebijakan tersebut. Hal ini dikarenakan sebagian besar penerima bantuan beras ini bukan penerima PKH maupun BPNT. Namun demikian, pemerintah desa berharap ke depannya data penerima dapat semakin akurat dan transparan, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang paling membutuhkan.
Para penerima manfaat yang ditemui di lokasi penyaluran menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Mereka merasa sangat terbantu, terutama para petani yang kini menghadapi risiko gagal panen akibat kemarau panjang. Selain itu, kualitas beras yang disalurkan mendapat penilaian positif — dinyatakan bersih, tidak berbau, dan layak dikonsumsi.
Kepala Desa Mekar Jaya, Asep Mimbar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras, serta kepada pihak Bulog yang telah menyalurkan beras dengan kualitas yang memuaskan dan sesuai harapan masyarakat.
Camat Padakembang Dadan Hamdani, S.K.M., M.S.I.: Pastikan Kepatuhan Agar Bantuan Tetap Berkelanjutan
Dalam kunjungan kerjanya ke dua desa binaan pada hari yang sama, yaitu Desa Mekar Jaya dan Desa Rancapaku, Camat Padakembang, Dadan Hamdani, S.K.M., M.S.I., turun langsung meninjau pelaksanaan penyaluran bantuan beras sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat, pihak Bulog, serta seluruh masyarakat yang terlihat sangat tertib, sabar, dan penuh kedamaian dalam mengantre menerima haknya — sebuah sikap yang mencerminkan kedewasaan sosial dan kepedulian bersama.
Terkait kebijakan pemangkasan atau penangguhan bantuan sosial yang berdampak bagi penerima yang terindikasi keterkaitan dengan perjudian daring, Camat menegaskan bahwa program bantuan beras ini tidak termasuk dalam kategori yang terdampak. Kebijakan penangguhan tersebut berlaku untuk dua program bantuan lainnya, sehingga penyaluran beras di Desa Mekar Jaya maupun Desa Rancapaku tetap dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.
Namun demikian, Camat Dadan Hamdani, S.K.M., M.S.I. memberikan himbauan yang mendalam dan serius kepada seluruh masyarakat di wilayah binaannya:
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Padakembang, untuk tidak mencoba hal-hal yang melanggar rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Perlu diketahui bahwa sistem pendeteksian berjalan menyeluruh. Sekalipun penerima manfaat tidak melakukan hal tersebut, namun jika ada anggota keluarga seperti anak atau cucu yang terlibat, maka dampaknya dapat tercatat dan berimbas kepada keluarga penerima manfaat. Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan setiap program dan bantuan dari pemerintah dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, dan menjaganya agar terus berkelanjutan demi kesejahteraan bersama.”
Penyaluran bantuan ini bukan sekadar urusan logistik dan distribusi, melainkan wujud kepedulian negara yang sampai ke tingkatan paling bawah. Di masa sulit akibat perubahan iklim dan tekanan ekonomi, kehadiran bantuan pangan yang tepat sasaran dan berkualitas menjadi harapan nyata bagi masyarakat untuk tetap berdiri tegak, menjaga ketahanan keluarga, dan terus berjuang demi masa depan yang lebih baik. Semoga kebijakan ini terus dievaluasi dan ditingkatkan, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga kelayakan menerima bantuan semakin kokoh, agar tidak ada warga yang terlewat dari jangkauan keadilan dan kesejahteraan.

