Beritasuararakyatindonesia.com – Pacira, Cimanggu, Kabupaten Bandung, — Manajemen Pemandian Air Panas Jiwanta Rancabali 3 Juni 2026 , memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar mengenai dugaan pelarangan dan pembatasan terhadap sejumlah awak media saat acara Grand Opening yang diselenggarakan pada 25 Mei 2026.
Melalui pernyataan resmi, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, bukan karena adanya upaya untuk membatasi kerja jurnalistik maupun kebebasan pers.


Marketing Creative Director Pemandian Air Panas Jiwanta, Bresika Aulia, menjelaskan bahwa manajemen tidak pernah memiliki kebijakan untuk membeda-bedakan ataupun menghalangi media dalam melakukan peliputan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas situasi yang terjadi. Sejak awal, tidak pernah ada niat dari pihak manajemen untuk menghambat atau membungkam rekan-rekan media yang ingin menjalankan tugas jurnalistiknya,” ujar Bresika dalam pertemuan bersama awak media di Rancabali, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pembatasan yang terjadi saat acara pembukaan disebabkan oleh keterbatasan kapasitas lokasi kegiatan. Oleh karena itu, undangan yang disebarkan pada saat itu diprioritaskan kepada media yang telah menjalin kerja sama dengan grup perusahaan sebelumnya.
Meski demikian, Bresika menegaskan bahwa Jiwanta Rancabali sangat menghargai peran media sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.
“Kami sangat senang dapat bertemu dan berdiskusi langsung dengan rekan-rekan pers hari ini. Semoga pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk membangun komunikasi yang lebih erat serta kerja sama yang saling mendukung di masa mendatang,” katanya.
Pihak manajemen berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang terjadi sekaligus memperkuat hubungan baik antara Jiwanta Rancabali dan insan pers.
“Kami kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan media. Tidak pernah ada niat untuk melakukan diskriminasi maupun membatasi kebebasan pers. Kami berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi yang terbuka dan positif demi terciptanya hubungan yang harmonis ke depannya,” tutup Bresika.**
Sam Permana

