Disusun oleh Wahid MA
Kabiro Priangan timur beritasuararakyatindonesia.com
Tasikmalaya – Dalam rangka mendukung pengembangan olahraga tradisional, penguatan sektor pariwisata daerah, pemberdayaan generasi muda, serta pemeliharaan identitas budaya lokal yang selaras dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Tasikmalaya, diselenggarakan Festival Olahraga Tradisional Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026.
Kegiatan ini mengusung semangat “Merawat Tradisi, Menguatkan Generasi” serta moto “Gerak Bersama – Lestarikan Budaya – Raih Prestasi!”. Penyelenggaraannya menampilkan berbagai jenis permainan warisan leluhur, antara lain egrang, balok, dan sumpitan, berlangsung pada hari Minggu, 21 Juni 2026, bertempat di kawasan objek pariwisata Cipanas Galunggung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Lokasi tersebut memiliki keunggulan berupa pemandangan alam yang asri, udara sejuk khas kawasan pegunungan, serta sumber air panas alami yang menjadi daya tarik wisata unggulan daerah.
Secara kelembagaan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata yang selanjutnya disingkat Disparpora Kabupaten Tasikmalaya melalui Bidang Olahraga. Dalam pelaksanaannya, turut hadir memberikan dukungan dan pengawasan antara lain Porokopincam Kecamatan Sukaratu, Kepala Desa Linggajati, serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya. Kehadiran unsur pimpinan dari berbagai jenjang ini mencerminkan dukungan lintas sektor terhadap keberlangsungan acara tersebut.
Kegiatan ini juga mendapatkan perhatian khusus dari Kepala Bidang Olahraga, Bapak H. Sera Sani Verana S.Pd M.Pd. Dalam wawancaranya, beliau secara tegas menegaskan pentingnya upaya pelestarian melalui jalur olahraga tradisional ini. “Pemilihan lokasi di Cipanas Galunggung bukan kebetulan, melainkan strategi agar kegiatan ini menjangkau lebih banyak orang, baik warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata ini,” ujarnya membuka pernyataan.
H. Sera Sani Verana S.Pd M.Pd melanjutkan, bahwa olahraga tradisional seperti egrang, balok, dan sumpitan bukan sekadar permainan masa lalu, melainkan wadah yang menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal yang tinggi. “Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk tidak membiarkannya tergerus zaman dan tergantikan sepenuhnya oleh olahraga modern. Melestarikan sama artinya dengan menjaga jati diri bangsa dan daerah,” tegasnya. Beliau menjelaskan makna di balik setiap cabang: egrang melatih keseimbangan tubuh dan ketahanan fisik, balok mengasah ketepatan sasaran sekaligus melatih kerja sama tim, sedangkan sumpitan membentuk fokus, ketelitian, dan kesabaran—semua nilai tersebut sangat bermanfaat dalam membentuk karakter generasi muda.
Lebih lanjut, Kepala Bidang Olahraga itu mengungkapkan bahwa penyelenggaraan di kawasan wisata ini sekaligus mendorong kemajuan pariwisata daerah. “Ketika kegiatan ini berlangsung di tengah keindahan alam Cipanas Galunggung, maka secara otomatis menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan tidak hanya berendam air panas atau menikmati pemandangan, tapi juga bisa melihat langsung pertunjukan dan perlombaan olahraga warisan leluhur. Ini adalah cara efektif mempromosikan dua hal sekaligus: budaya dan potensi wisata Tasikmalaya,” jelasnya.
Menurut H. Sera Sani Verana S.Pd M.Pd, kegiatan ini juga ditujukan untuk memberdayakan insan muda agar menjadi pelaku sekaligus penerus budaya. Persiapan telah dilakukan secara matang, mulai dari penataan tempat yang menyesuaikan aturan tradisional, melibatkan peserta dari berbagai kecamatan, hingga menghadirkan pelatih dan tokoh masyarakat yang masih menguasai teknik asli. “Kami ingin generasi muda tahu bahwa olahraga ini memiliki aturan, filosofi, dan manfaat nyata, bukan sekadar permainan biasa,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar penyelenggaraan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan. “Dengan melestarikan egrang, balok, sumpitan, dan olahraga tradisional lainnya, kita sejalan dengan visi pembangunan daerah Tasikmalaya yang ingin memajukan wilayah tanpa melupakan akar budayanya. Semoga ke depannya semakin banyak pihak yang peduli, sehingga kegiatan ini bisa terus digelar dan semakin dikenal luas,” pungkas H. Sera Sani Verana S.Pd M.Pd mengakhiri wawancaranya.

