Oleh Sam Permana Staf Redaksi Berita Suara Rakyat Indonesia.
Kabupaten Bandung – 28 September 2026 Jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya dalam mengungkap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sosial, pemerintahan, maupun pelayanan publik.
Jurnalis bukanlah sumber masalah ketika memberitakan suatu persoalan. Kehadiran wartawan justru bertujuan memperlihatkan fakta dan kondisi yang terjadi agar diketahui oleh masyarakat serta menjadi perhatian pihak terkait.
Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan melakukan pencarian informasi melalui observasi, wawancara, konfirmasi, dan pengumpulan data dari berbagai sumber. Informasi tersebut kemudian disusun menjadi berita berdasarkan fakta yang diperoleh.
Ketika sebuah pemberitaan mengangkat dugaan permasalahan, hal tersebut tidak serta-merta berarti wartawan menciptakan persoalan. Pemberitaan merupakan bentuk penyampaian informasi kepada publik dengan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan konfirmasi.
Masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi mengenai berbagai peristiwa yang menyangkut kepentingan publik. Karena itu, kerja jurnalistik dapat menjadi salah satu sarana untuk memperlihatkan persoalan yang sebelumnya belum diketahui secara luas.
Pihak yang diberitakan juga memiliki kesempatan memberikan klarifikasi atau hak jawab apabila terdapat informasi yang dinilai belum lengkap atau perlu diluruskan. Dengan demikian, pemberitaan dapat menjadi ruang penyampaian informasi dari berbagai pihak.
Dalam menjalankan profesinya, wartawan tetap dituntut mematuhi Kode Etik Jurnalistik serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Seperti halnya Uu no 40 tahun 1999 tentang Pers yang tidak memiliki turunan dan tak akan ada turunan dari Uu Pers tersebut. Semuanya itu untuk menjaga indenpenden dan benar benar menjadi pilar ke empat demokrasi. Maka dalam menjalankan tugas nya insan Pers mencari Fakta, data, konfirmasi, dan kepentingan publik menjadi bagian penting dalam menghasilkan pemberitaan yang bertanggung jawab.
Pada akhirnya, jurnalis bukan sumber masalah, tetapi orang yang memperlihatkan masalah kepada publik. Persoalan yang diberitakan diharapkan dapat menjadi perhatian bersama sehingga pihak-pihak terkait dapat melakukan klarifikasi, evaluasi, dan perbaikan sesuai kondisi yang sebenarnya.**

