Selasa, Mei 26, 2026
BerandaBandung RayaPelaku Wisata Demo ke Gedung Sate Meminta Gubernur Jawa Barat Cabut Larangan...

Pelaku Wisata Demo ke Gedung Sate Meminta Gubernur Jawa Barat Cabut Larangan Study Tour Dedi Mulyadi ; Tetap Akan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat Banyak

Bandung, Berita SRIndonesia.com- Masa yang mengatasnamakan dari Solidaritas para pekerja pariwisata Jawa Barat mendarangi Gedung Sate, mereka menuntut dan mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencabut larangan Study Tour yang telah dikeluarkan melalui Surat Edaran no. 43/PK. 03.03/Kesra. Padahal larangan tersebut bertujuan untuk tidak memberatkan beban orang tua siswa, (21/7/2025).

Tuntutan para pendemo hanya satu, meminta agar Gubernur Jawa Barat mencabut larangan kegiatan study tour sekolah dari wilayah Jawa Barat ke luar Jawa Barat. Mereka membandingkan dengan daerah lain seperti Jawa Tengah yang tidak memberlakukan larangan study tour keluar wilayah.

Namun kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru mendapat dukungan penuh dari para orang tua siswa dan banyak yang mengucapkan terima kasih. Seperti komentar komentar mereka di medsos yang 99 persen mendukung kebijakan Dedi Mulyadi, komentar mereka rata rata mengeluhkan beban biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya study tour.

Para orang tua siswa mengeluhkan dan beranggapan study tour yang diadakan pihak sekolah hanya sebagai ajang bisnis, biaya study tour biasanya cukup besar, ” mungkin bagi orang yang mampu itu tidak menjadi masalah, tapi sebaliknya bagi orang kurang mampu study tour sangat memberatkan, mereka harus pinjam uang ke bank emok hanya untuk mengikuti kegiatan study tour anaknya yang diadakan pihak sekolah.

Mengapa study tour harus keluar wilayah Jawa Barat, padahal banyak tempat tempat yang layak dikunjungi masih disekitar wilayah Jawa Barat, tidak perlu keluar, tapi faktanya banyak pihak sekolah yang bekerjasama dengan pihak pengelola transportasi wisata untuk melakukan study tour je luar wilayah Jawa Barat, yang nota bene biayanya cukup besar.

Para pendemo melalui koordinator aksi Herdi S, mengancam jika tuntutan mereka tidak didengarkan, mereka akan membawa massa yang lebih besar.
Para pendemo sempat secara serentak membunyikan klakson telolet yang menimbulkan suara bising, dan berisik mengganggu para pekerja yang berada didalam Gedung Sate, dan masyarakat lainya.

Salah seorang pejabat Provinsi Jawa Barat dari Biro Kesra Setda Jabar sempat menjumpai para pendemo dan memberikan janji akan menyampaikan tuntutan mereka kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui kanal youtube nya menanggapi dan mengatakan, yang melakukan aksi demo kemarin adalah para pelaku jasa ke pariwisataan, baik penyelenggara travel, sopir bus, para pengusaha bus, yang mendesak saya mencabut SK larangan study tour. ” tuturnya.

Dedi Mulyadi menambahkan, yang di protes adalah jasa kepariwisataan, kegiatan pariwisata. “Sedangkan SK yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah SK Study tour. Yang dilarang itu kegiatan study tour. “Semakin jelas bahwa kegiatan study tour merupakan kegiatan piknik , rekreasi, ini dibuktikan dengan yang demo kemarin adalah para pelaku kepariwisataan. ” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen akan menjaga ketenangan orang tua siswa agar tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya diluar pendidikan. “Sikap saya akan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat banyak , menjaga kelangsungan pendidikan dan meng efesienkan pendidikan dari beban biaya yang tidak ada kaitanya dengan pendidikan karakter dan pertumbuhan pendidikan panca waluya. ” tegasnya. * Effendi SP.

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

  1. JANGAN CABUT LARANGAN STUDY TOUR, yang hanya dijadikan kedok untuk mengambil keuntungan sambil piknik, berwisata ditengah penderitaan orang tua yang kurang mampu, berusaha untuk memenuhi keinginan pihak sekolah dengan meminjam uang sampai ke bank emok. lanjut pa GUBERNUR …

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments