Rabu, April 29, 2026
BerandaDaerahWujudkan Kabupaten Layak Anak, DPRD Kabupaten Bogor Tambah Anggaran KPAD Tahun 2023

Wujudkan Kabupaten Layak Anak, DPRD Kabupaten Bogor Tambah Anggaran KPAD Tahun 2023

Kab. Bogor,
SRIndonesia.source

Wakil Ketua I
DPRD Kabupaten Bogor,
H Agus Salim mengatakan DPRD telah menambah anggaran untuk Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD)
Kabupaten Bogor pada APBD tahun 2023.

 

“Tahun
ini kami naikkan anggaran KPAD dari Rp 200 juta menjadi Rp 700
juta. Penambahan itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan Bogor sebagai
kabupaten layak anak,” kata Agus,

 

Politisi PKS
ini menjelaskan DPRD mendukung upaya Pemkab Bogor mewujudkan status Kabupaten Layak Anak
(KLA) melalui peraturan daerah (Perda).

 

“Rancangan
Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Layak Anak
sudah disampaikan Pemkab Bogor ke DPRD Kabupaten Bogor
baru-baru ini,” ucapnya.

 

Dia
menambahkan penambahan anggaran ini tidak lain demi meningkatkan kinerja KPAD
dalam menciptakan Kabupaten Bogor menjadi Ramah Anak di tengah maraknya kasus
kekerasan terhadap anak.

 

“Ini
bagian dari support kami di APBD 2023. Secara anggaran kita support, dari
awalnya Rp 200 an juta, menjadi Rp 700 jutaan,” tutur Agus.

 

Menurut Agus,
keterbatasan APBD dan kebutuhan pembiayaan pembangunan sektor lain yang
meningkat menyebabkan pemberian hibah ke KPAD Kabupaten Bogor masih belum
maksimal.

“Ada
peningkatan signifikan dan terbilang cukup untuk mengawal tugas KPAD dalam
mengawas perlindungan anak,” paparnya. 

 

Selain
melalui penambahan hibah, DPRD juga berupaya membuat regulasi dan kebijakan
untuk mencapai Kabupaten Ramah Anak.

 

Terkait hal
ini, Agus Salim bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor melakukan
kunjungan kerja ke KPAD Kabupaten Bogor, kunjungan ini dilakukan dalam rangka
mendapat masukan terkait pembahasan Raperda Kabupaten Layak Anak.

 

“Kami
sudah membentuk pansus untuk Raperda Kabupaten Layak Anak.
Ini pasti bersinggungan dengan KPAD,” ucap Agus Salim.

 

Dia meminta
KPAD tidak hanya bekerja sendiri dalam mencapai tujuan tersebut, namun harus
bersinergi dengan stakeholder lainnya.

 

“Kami lihat KPAD sudah luar biasa. Namun mereka
harus bangun sinergi dengan institusi yang lain karena luas dan banyaknya
permasalahan yang dihadapi,” tandas Agus. (Fahry)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments