Senin, Juni 1, 2026
BerandaDaerahStudi Penyebab Longsor Kampung Kokoncong: Faktor Alam Menjadi Penentu, Komisaris Tegaskan Tidak...

Studi Penyebab Longsor Kampung Kokoncong: Faktor Alam Menjadi Penentu, Komisaris Tegaskan Tidak Ada Kerugian yang Ditanggung Masyarakat

Oleh: Wahid MA, kabiro Priangan timur
Beritasuararakyatindonesi.com
TASIKMALAYA – 1/6/2026 Peristiwa pergerakan tanah atau longsor yang terjadi di Kampung Kokoncong, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, telah menjadi sorotan publik dan menimbulkan beragam interpretasi informasi yang beredar luas di media sosial. Menanggapi dinamika tersebut, manajemen CV Putra Dozer Jaya menyampaikan klarifikasi resmi yang mendalam, berbasis kajian teknis dan data lapangan, guna meluruskan fakta yang sesungguhnya.

Dalam pernyataan yang disampaikan, pihak perusahaan menegaskan hasil kajian teknis bahwa kejadian tersebut sepenuhnya merupakan fenomena alam yang dipicu faktor hidrologis, sama sekali tidak berkaitan dengan kelalaian atau penyimpangan dalam aktivitas pertambangan, serta dipastikan tidak memberikan dampak kerugian maupun ancaman keselamatan bagi warga masyarakat sekitar.

Berdasarkan penelusuran geoteknis dan evaluasi kondisi struktur tanah di lokasi kejadian, longsor bermula dari ketidakstabilan tebing yang berada di dalam kawasan izin usaha. Ditemukan fakta ilmiah bahwa akumulasi air hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada periode sebelumnya telah masuk dan meresap ke dalam lapisan tanah dan batuan. Sebagian besar struktur tanah di wilayah tersebut tersusun dari material yang mudah menyerap air, sehingga dalam waktu tertentu menjadi jenuh air, Kondisi alamiah inilah yang secara teknis menjadi penyebab utama terjadinya longsoran, bukan akibat modifikasi tanah atau pola kerja pertambangan.

Pihak perusahaan kembali menegaskan bahwa seluruh operasional yang dijalankan senantiasa berlandaskan kaidah teknis, standar keselamatan kerja, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku secara ketat. Oleh karenanya, tidak ada korelasi kausal antara metode kerja perusahaan dengan terjadinya musibah alam ini.

Klarifikasi Lengkap dewan Komisaris CV Putra Doer Jaya, * H. Ijang suryana

Kejadian Murni Musibah Alam, Wilayah Pemukiman Terjamin Aman”
Menanggapi berbagai narasi yang berkembang di ruang maya maupun pandangan publik yang beragam, dewan komisaris CV Putra Dozer Jaya, H. Ijang suryana memberikan penjelasan komprehensif, rinci, dan lugas untuk meluruskan segala persepsi yang keliru. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau:

“Pertama-tama, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan insan pers, masyarakat luas, dan seluruh elemen kontrol sosial yang senantiasa mengawasi dan memberikan perhatian terhadap kegiatan yang kami jalankan. Pengawasan dan masukan dari Bapak/Ibu sekalian merupakan hal yang sangat berharga bagi kami agar senantiasa berjalan pada koridor aturan dan ketentuan yang berlaku. Saya juga memohon maaf apabila pasca kejadian ini kami terkesan lambat dalam memberikan keterangan. Hal tersebut bukanlah bentuk penghindaran, melainkan sepenuhnya fokus kami tercurah untuk penanganan teknis dan pengamanan lokasi demi mencegah dampak yang lebih luas.

Izinkan saya meluruskan satu fakta krusial yang keliru dikutip dalam beberapa laporan: pada hari kamis sekira pukul 03.00 subuh hujan begitu deras dan peristiwa longsor ini terjadi pada hari Jumat, sekitar pukul 15.35  dini hari. Ada informasi yang menyebutkan kejadian pada hari Kamis, namun berdasarkan data lapangan, laporan teknis, dan pemantauan langsung kami, kejadian pasti terjadi pada hari Jumat. Ketepatan waktu ini penting diketahui untuk memahami kronologi dan penyebab teknis kejadian ini.

Banyak rekaman dan narasi yang beredar di media sosial menampilkan potongan kondisi lokasi dari sudut pandang tertentu, lalu ditafsirkan sebagai bukti kesalahan operasional. Ada rekaman yang memperlihatkan seolah-olah alat berat tertimbun sepenuhnya, padahal itu hanyalah efek perspektif pengambilan gambar yang terhalang tumpukan material, sehingga menimbulkan persepsi yang tidak sesuai realitas. Terkait penyebabnya, saya tegaskan dengan tegas dan berlandaskan kajian teknis: Kejadian ini murni musibah alam, akibat curah hujan yang sangat tinggi yang turun sejak Kamis sore hingga malam hari sebelumnya. Air yang terakumulasi dan meresap ke dalam lapisan tanah dalam jumlah besar mengubah karakteristik fisik tanah,dan itu semua di akibatkan sebelum nya hujan yg lumayan cuku besar sehingga menyebabkan struktur menjadi tidak stabil dan akhirnya bergerak turun. Ini adalah fenomena alam yang sulit dihindari sepenuhnya, meskipun berbagai langkah mitigasi telah kami terapkan.

Segera setelah kejadian, kami mengambil langkah responsif dan kooperatif. Pada hari Senin berikutnya, tim teknis dan pimpinan kami telah hadir memenuhi panggilan pihak berwenang, baik dari Inspektur Tambang Kementerian ESDM maupun Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, untuk memberikan keterangan lengkap dan data yang diperlukan. Sebagai langkah standar prosedur administrasi dan antisipasi dalam rangka penyelidikan serta evaluasi teknis, diterbitkanlah surat peringatan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas tambang. Kami sangat menghargai dan mematuhi seluruh proses hukum maupun administrasi yang berjalan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis mendalam yang dilakukan di lapangan—di mana saya sendiri selaku Komisaris, jajaran Direksi, dan saksi ahli turut hadir dan memantau langsung—Alhamdulillah telah diperoleh kejelasan: secara teknis maupun administratif, kejadian ini dinyatakan sebagai musibah yang disebabkan oleh dominansi faktor alam. Meski demikian, pada pagi harinya di hari Jumat, para operator di lokasi sudah segera melaksanakan instruksi teknis untuk melakukan reklamasi pasca-musibah. Tindakan penanganan yang kami lakukan bahkan melebihi standar teknis yang dipersyaratkan dan melampaui instruksi inspektur yang ada, sebagai bentuk tanggung jawab penuh kami. Semua langkah teknis telah dilaksanakan tuntas, namun memang kekuatan alamlah yang menjadi faktor penentu utama kejadian ini.

Poin paling mendasar dan penting untuk dipahami oleh seluruh masyarakat adalah aspek dampak wilayah. Berdasarkan pemetaan geografis dan batas wilayah usaha yang akurat, jalur longsoran mulai dari puncak tebing hingga ke arah hilir, serta jangkauan material yang longsor, seluruhnya berada di dalam kawasan hak kelola dan merupakan aset milik perusahaan. Di sepanjang aliran tersebut hingga ke titik terendah, tidak terdapat satu pun pemukiman warga, tempat tinggal, lahan pertanian produktif, maupun fasilitas umum yang terkena dampak atau mengalami kerugian. Segala kerusakan dan dampak yang timbul murni menimpa aset perusahaan sendiri, dan kami berkomitmen penuh untuk menanggulanginya sepenuhnya tanpa membebani, mencederai, atau merugikan masyarakat sekitar sedikit pun.

Seluruh perizinan, regulasi, serta penerapan kaidah teknis pertambangan dan lingkungan hidup yang berlaku telah kami penuhi dan jalankan sepenuhnya tanpa terkecuali. Saat ini, fokus utama kami adalah rekayasa teknis perbaikan sistem saluran air dan pengaliran, baik untuk air permukaan maupun air tanah, agar potensi akumulasi air dapat diantisipasi secara maksimal. Insya Allah, dengan program reklamasi dan pemulihan lingkungan yang sedang dipercepat dan ditingkatkan kualitasnya, potensi kejadian serupa dapat ditekan hingga mendekati angka nol.

Lebih lanjut dewan Komisaris menyampaikan. saya berharap ke depannya seluruh pelaku usaha dapat terus menjalin kemitraan yang konstruktif dengan media massa, elemen masyarakat, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan. Segala masukan, teguran, maupun saran yang membangun adalah koreksi berharga bagi kami untuk terus menyempurnakan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tata kelola perusahaan yang lebih baik. Terima kasih atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan.

Komitmen Keberlanjutan dan Pemulihan Wilayah
Sejalan dengan pernyataan Komisaris, pihak perusahaan menegaskan bahwa langkah-langkah pemulihan dan pengamanan teknis kini berlangsung secara intensif dan terukur. Perbaikan struktur tebing, pengaturan hidrologi wilayah, hingga reklamasi lahan terus dipercepat dengan standar kualitas tertinggi, sepenuhnya berlandaskan ketentuan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup dan pertambangan.

Melalui klarifikasi resmi yang berbasis data dan kajian ini, perusahaan berharap segala narasi yang berkembang di ruang publik dapat kembali berpijak pada fakta ilmiah dan objektif, serta kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan usaha yang taat aturan dan bertanggung jawab dapat terus terpelihara dengan baik.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments