Tasikmalaya, 27 Juni 2026 – beritasuararakyatindonesia.com
Langkah nyata dalam memperjuangkan hak dan kepentingan perangkat desa kembali diwujudkan oleh jajaran Pengurus PPDI Kabupaten Tasikmalaya. Ery Purwanto, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PPDI Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi Golkar serta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya, secara resmi melepas keberangkatan sebanyak 430 orang perangkat desa untuk mengikuti peringatan Hari Lahir ke-20 dan Rapat Kerja Nasional PPDI Tahun 2026.
Proses pelepasan dilakukan dengan tertib dan khidmat, di mana seluruh rombongan berangkat menggunakan 9 unit bus dan 20 unit kendaraan penumpang, menuju Auditorium Utama Balai Makarti Muktitama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Meskipun memegang sejumlah jabatan strategis di bidang pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, dan olahraga, Ery Purwanto dikenal luas sebagai sosok yang rendah hati, luwes dalam berkomunikasi, mudah didekati oleh semua kalangan, serta senantiasa menjunjung tinggi sikap saling menghormati dalam setiap interaksi. Sifatnya yang bersahabat ini menjadi modal utama dalam mempersatukan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan bersama.
Keberangkatan rombongan ini bukan sekadar menghadiri kegiatan seremonial semata, melainkan membawa misi strategis yang mencakup sejumlah aspirasi mendasar yang selama ini menjadi perhatian utama perangkat desa. Di antara hal yang diperjuangkan adalah kepastian status hukum kepegawaian yang hingga saat ini masih memerlukan kejelasan lebih lanjut, penyesuaian besaran tunjangan dan kesejahteraan yang setara dengan beban kerja dan tanggung jawab yang dipikul, penyempurnaan kerangka peraturan perundang-undangan agar lebih relevan dan selaras dengan kondisi serta dinamika di lapangan, serta jaminan perlindungan hukum yang memadai dan adanya jenjang pengembangan karir yang jelas dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu kontingen dengan jumlah peserta terbanyak dalam kegiatan nasional tersebut, diharapkan suara dan harapan perangkat desa dari Kabupaten Tasikmalaya dapat didengar, diperhatikan, dan ditindaklanjuti secara serius oleh pihak pemerintah pusat. Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi, kegiatan ini juga menjadi ruang strategis untuk saling bertukar pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil pembelajaran tersebut nantinya akan dibawa pulang dan diterapkan guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa yang lebih profesional, akuntabel, dan berdaya guna.
Dengan tercapainya penyelesaian atas berbagai isu yang diangkat, diharapkan tercipta kondisi di mana perangkat desa dapat bekerja dengan rasa aman, sejahtera, dan memiliki kepastian masa depan. Hal ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat fondasi pembangunan di tingkat paling bawah, serta mendukung terwujudnya pemerintahan desa yang tangguh dan berkeadilan.** wahid MA
Kabiro Priangan timur

