Rabu, Agustus 12, 2026
BerandaDaerahPantai Sindangkerta: Pesona yang Menyembunyikan Bahaya, Pelindung Pantai Rusak Menanti Perhatian Pemkab...

Pantai Sindangkerta: Pesona yang Menyembunyikan Bahaya, Pelindung Pantai Rusak Menanti Perhatian Pemkab dan Provinsi

Penulis wahid MA
Kabiro Priangan timur
Tasikmalaya rabu tgl 12 Agustus 2026 Beritasuararakyatindonesia.com
Pantai Sindangkerta, yang tersimpan indah di pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya, bukan sekadar destinasi wisata yang memikat hati. Ia adalah anugerah alam sekaligus tumpuan kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Dari sinilah tumbuh geliat usaha mikro dan semangat warga yang menggantungkan harapan pada limpahan karunia laut, sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah yang tidaklah sedikit. Namun, di balik senyum ombak dan pesona alamnya, tersimpan satu persoalan mendasar yang terus mendesak untuk diselesaikan — persoalan yang meminta perhatian sungguh-sungguh baik dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Demikian disampaikan Dede Nurjaman, selaku pengelola Pantai Sindangkerta, saat memaparkan kondisi terkini di lokasi. “Cuaca hari ini terasa sangat bersahabat, ombak relatif tenang, dan pantai aman dikunjungi, terutama bagi para wisatawan yang ingin menikmati kesegaran air laut. Namun ketenangan sesaat ini, sayangnya, belum menggambarkan keseluruhan kondisi sesungguhnya yang patut kita cermati bersama,” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.

Kabar baiknya, pasang air laut atau rob yang melanda kawasan ini pada Selasa kemarin belum menimbulkan korban jiwa maupun merambah hingga ke pemukiman warga. Air laut hanya naik hingga menyentuh kawasan kios-kios wisata. Namun di balik itu, tersisa kekhawatiran yang mendalam: struktur bangunan penahan abrasi yang berfungsi sebagai benteng pelindung pantai kini nyaris seluruhnya rusak berat. Bangunan yang seharusnya menahan gempuran ombak agar tidak menggerus daratan, kini kondisinya sudah tak lagi layak berfungsi. Apabila terjadi pasang air laut yang lebih tinggi, dikhawatirkan bukan hanya seluruh fasilitas penunjang wisata yang akan hancur, melainkan pula pepohonan peneduh yang menjadi ikon kenyamanan kawasan ini akan ikut musnah tersapu ombak.

Kondisi memprihatinan ini ternyata bukan persoalan yang baru muncul hari kemarin. Sejak tahun 2006 hingga hari ini, struktur pelindung pantai tersebut belum pernah sama sekali dibenahi atau direnovasi secara menyeluruh. Padahal ombak terus berulang menghantam tanpa kenal henti, mengikis tiap jengkal pelindung yang sudah lama menua. Jika dibiarkan terus, bahaya tak hanya mengancam fasilitas wisata semata, melainkan juga keselamatan para pengunjung yang datang beramai-ramai. Struktur yang semakin rapuh sewaktu-waktu dapat runtuh dan menimpa siapa saja yang berada di dekatnya. Lebih dari itu, ancaman nyata pun mulai mengintai pemukiman warga yang tinggal tak jauh dari bibir pantai.

Di sinilah letak harapan yang kami sampaikan kepada pihak berwenang, baik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat: mengapa pelindung yang begitu vital ini belum mendapatkan pemulihan yang layak? Padahal potensi pariwisata dan sumbangan ekonomi dari kawasan ini terbilang nyata. Harapan kami sungguh sederhana namun sangat mendesak: agar segera dilakukan pemugaran menyeluruh dan pembangunan kembali benteng penahan abrasi yang kokoh. Langkah ini bukan sekadar untuk menyelamatkan aset wisata, melainkan di atas segalanya — demi menjamin keselamatan jiwa para pengunjung, melindungi mata pencaharian warga, dan menjaga keamanan pemukiman warga yang tinggal di sepanjang pesisir pantai Sindangkerta. Semoga perhatian dan kepedulian segera hadir sebelum musibah yang tidak diinginkan datang menghampiri.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments