Beritasuararakyatindonesia.com GAMBUNG, Kabupaten Bandung — Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Dr. Henry Prastanto, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa kondisi harga teh hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penerapan standar mutu teh yang dinilai belum berjalan secara optimal.
Menurut Henry, kondisi tersebut turut memengaruhi nilai jual produk teh di tingkat pasar. Teh dengan kualitas yang berbeda masih berpotensi mendapatkan perlakuan harga yang relatif sama, sehingga belum memberikan penghargaan yang memadai terhadap produk dengan mutu lebih baik. Jumat 2 Oktober 2026
Ia menjelaskan, penerapan standar mutu menjadi salah satu hal penting dalam meningkatkan daya saing komoditas teh. Dengan adanya standar yang diterapkan secara konsisten, kualitas teh dapat dibedakan dengan lebih jelas sehingga berpeluang memberikan nilai tambah kepada para pelaku usaha dan petani.
Henry juga menyoroti kondisi harga teh yang dalam beberapa tahun terakhir belum mengalami peningkatan signifikan. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi pengembangan sektor teh, khususnya dalam menjaga keberlanjutan usaha perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku di dalamnya.
Ke depan, PPTK Gambung berharap komoditas teh dapat kembali ditempatkan sebagai salah satu komoditas unggulan dan strategis. Upaya tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari petani, pelaku industri, pemerintah hingga masyarakat sebagai konsumen.
Selain peningkatan mutu, Henry menilai konsumsi teh di masyarakat juga perlu terus didorong. Teh tidak hanya dipandang sebagai komoditas perkebunan untuk kebutuhan pasar, tetapi juga sebagai bagian dari kebiasaan konsumsi masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya konsumsi teh dalam negeri dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pasar teh nasional. Dengan pasar yang lebih kuat dan penerapan standar mutu yang baik, diharapkan nilai ekonomi komoditas teh dapat meningkat secara berkelanjutan.
Henry Prastanto menegaskan, penguatan komoditas teh membutuhkan sinergi dan perhatian bersama. Penerapan standar mutu, peningkatan nilai jual, penguatan pasar serta peningkatan budaya minum teh masyarakat diharapkan mampu mendukung teh menjadi komoditas unggulan dan strategis Indonesia.**
Sam Permana

