Oleh: Wahid MA — Kabiro Priangan Timur, BeritaSuaraRakyatIndonesia.com
Tasikmalaya, 12 Oktober 2026 — Tuberkulosis hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di masyarakat pedesaan. Keberadaannya kerap kali tertutup ketidaktahuan, ketakutan, dan stigma sosial yang justru menghambat proses penanganan yang cepat dan tepat. Menyadari bahwa penanganan penyakit ini tidak dapat dilakukan secara sendiri, Pemerintah Desa Sinagar dan UPTD Puskesmas Sukaratu menjalin langkah bersama untuk memperkuat pencegahan sejak dini.
Melalui pemanfaatan Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2026, Bidang Pelayanan Desa Sinagar menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan serta penanggulangan TBC yang dihadiri oleh para kader kesehatan dan unsur masyarakat setempat. Upaya ini bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan pembangunan kesadaran bersama bahwa kesehatan adalah tanggung jawab seluruh warga.
Edukasi sebagai Fondasi Pencegahan Bersama
Angga Musyaffa, S.Kep., Ners., M.K.M., Programmer TB UPTD Puskesmas Sukaratu, hadir selaku pemateri dalam kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan TBC sangat bergantung pada kecepatan deteksi dan dukungan masyarakat di sekitar pasien.
“Kegiatan yang kami laksanakan di Desa Sinagar ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit Tuberkulosis. Edukasi yang kami sampaikan tidak hanya sebatas pengetahuan medis, melainkan membangun kesadaran bahwa TBC adalah masalah bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat,” ujar Angga.
Lebih lanjut beliau menambahkan, peran kader kesehatan di tengah masyarakat adalah kunci utama. “Melalui pemberdayaan kader, kami berharap kasus dapat terdeteksi secara lebih cepat, sehingga rantai penularan dapat diputus sejak dini. Semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, semakin kecil risiko penyebarannya di tengah masyarakat. Kader kesehatan adalah perpanjangan tangan terdekat kami di lapangan; kehadiran mereka yang memahami kondisi warga secara langsung menjadi kunci keberhasilan penanggulangan penyakit ini. Sinergi antara Puskesmas dan kader diharapkan dapat menjamin pengawasan, pengobatan, dan pemulihan berjalan secara menyeluruh, berkelanjutan, dan komprehensif, sehingga TBC di Desa Sinagar dapat segera tertangani dengan optimal.”
Dana Desa Diarahkan untuk Kesehatan yang Berdampak Nyata
Rahmat Hidayat, Kasi Pelayanan Desa Sinagar, menyampaikan bahwa alokasi anggaran ini sengaja diprioritaskan untuk kebutuhan dasar yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata penyerapan dan pemanfaatan Dana Desa yang diarahkan secara khusus untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, yaitu kesehatan yang berkualitas. Kami menyadari bahwa upaya pencegahan selalu jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan belaka,” ungkap Rahmat.
Beliau berharap langkah kecil ini dapat berkelanjutan dan membawa perubahan nyata. “Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat Desa Sinagar terhadap bahaya, cara pencegahan, dan pengobatan penyakit TBC semakin meningkat. Anggaran yang telah dialokasikan ini diupayakan dapat bermanfaat secara maksimal dan tepat sasaran, sehingga beban masyarakat dapat berkurang dan derajat kesehatan warga Desa Sinagar senantiasa terjaga dengan baik. Semoga langkah kecil ini menjadi awal yang bermakna, menuju lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan bebas dari ancaman penyakit menular.”
Sementara Ibu Amah Suryamah, Kader TB Desa Sinagar, menyampaikan data yang menjadi dasar pentingnya kegiatan ini. Sepanjang periode pencatatan per 1 Januari hingga 12 Oktober 2026, tercatat ada sepuluh warga di Desa Sinagar yang terkonfirmasi menderita Tuberkulosis. Angka ini menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih ada di tengah-tengah kita.
“Sepanjang periode pencatatan, yaitu per tanggal 1 Januari 2026 hingga 12 Oktober 2026, tercatat sebanyak sepuluh warga di Desa Sinagar yang terkonfirmasi menderita Tuberkulosis. Angka ini menjadi catatan sekaligus pengingat bagi kita semua bahwa penyakit ini masih ada di tengah-tengah kita dan belum sepenuhnya hilang,” ungkap Ibu Amah dengan tulus.
Sebagai garda terdepan di lapangan, beliau menyampaikan harapan yang sederhana namun mendalam. “Sebagai kader, kami bertekad untuk senantiasa hadir, mendampingi, dan memastikan setiap pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Harapan kami sederhana namun mendalam: semoga ke depannya angka kasus ini dapat terus menurun, masyarakat semakin terbuka dan tidak lagi merasa takut atau malu untuk memeriksakan diri, dan pada akhirnya, Desa Sinagar benar-benar bersih dari Tuberkulosis. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi kami selain melihat warga kami hidup sehat, kuat, dan sejahtera.”

