Oleh: Wahid MA
Kabiro Priangan Timur, Berita Suara Rakyat Indonesia.com
Tasikmalaya, 21 Oktober 2026 — Infrastruktur pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan memadai bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan hak setiap anak untuk dapat menuntut ilmu dengan tenang. Selama bertahun-tahun, banyak sekolah di daerah yang menampung sejarah panjang perjuangan mencerdaskan bangsa, namun perlahan membutuhkan pembenahan menyeluruh agar tetap layak digunakan oleh generasi penerus.
Dalam rangka mewujudkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di satuan pendidikan yang membutuhkan pemulihan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (RAPID). Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan pembenahan fisik sekolah, terutama sekolah-sekolah lama yang telah puluhan tahun mengabdi namun kondisinya mulai memprihatinkan, melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Salah satu sekolah yang kini mendapatkan manfaat nyata dari program tersebut adalah SDN Cigorowong, yang dahulunya merupakan sekolah Inpres dan kini telah berkembang menjadi Sekolah Dasar Negeri yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya. Sesuai papan informasi resmi kegiatan yang terpasang di lokasi, program ini dilaksanakan oleh P2SP dengan jangka waktu pelaksanaan 120 hari kalender, dan dialokasikan dana bantuan sebesar Rp966.603.016,00.
Kepala Sekolah SDN Cigorowong, Asep Kurnia, S.Pd., C.NFT., menyambut hangat kedatangan awak media, sekaligus menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terealisasinya program ini di sekolah yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya yang telah merekomendasikan pengajuan sekolah kami, kemudian kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Provinsi, dan teristimewa Pemerintah Pusat yang telah menyalurkan bantuan dana melalui Program Revitalisasi Sekolah ini kepada kami di SDN Cigorowong,” ujar Asep dengan nada tulus dan bersyukur.
Beliau menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan senantiasa mengacu pada petunjuk teknis dan bimbingan teknis yang telah ditetapkan. Proses pembangunan ini melibatkan partisipasi luas seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, Kepala Wilayah, Ketua RT dan RW, tokoh agama, hingga Forum Orang Tua Murid dan Komite Sekolah. Semua pihak terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan, menjadikan pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan milik bersama.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah melakukan penyesuaian material dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan setempat. Atap bangunan menggunakan material UPVC Double Layer, sebuah keputusan yang diambil berdasarkan analisis risiko lingkungan sekitar yang dipenuhi banyak pepohonan besar.
“Kami berada di kawasan yang banyak ditumbuhi pohon besar. Risiko cuaca ekstrem dan ancaman pohon tumbang menjadi pertimbangan utama kami dalam memilih material. Penggunaan UPVC Double Layer terbukti tidak hanya lebih awet dan tahan lama, tetapi juga memberikan keamanan lebih dibandingkan material konvensional. Bahkan saat proses pembongkaran terjadi, ketika sarang lebah terganggu dan berhamburan di sekitar pekerja, atap yang terpasang memberikan perlindungan ekstra. Alhamdulillah seluruh pekerja selamat dan proses tetap berjalan,” jelas Asep.
Selain pekerjaan yang tertuang dalam dokumen perencanaan, sekolah juga melaksanakan pembangunan tambahan yang disepakati melalui musyawarah. Dua ruangan yang semula tidak direncanakan — kantin yang berada di tengah kompleks dan mushola di ujung bangunan — ikut dibenahi agar tampilan dan fungsi bangunan menjadi serasi dan utuh.
“Ibarat seorang putri cantik yang sakit, jika sebagian diobati sementara yang lain terabaikan, kesembuhannya belumlah sempurna. Maka kami bermusyawarah, masyarakat pun sepakat untuk turut mendukung. Hasilnya, kini bangunan kami terlihat utuh, indah, dan berfungsi maksimal,” ungkapnya.
Salah satu penambahan yang paling diapresiasi adalah pembangunan panggung permanen di halaman depan ruang administrasi. Desain panggung terintegrasi dengan bangunan kantor dan difungsikan sebagai ruang kreasi anak-anak, tanpa menghalangi akses maupun pemandangan ke ruang kerja kepala sekolah.
“Selama ini setiap ada kegiatan sekolah, kami selalu menyewa dan merakit panggung yang biayanya tidak sedikit. Dengan adanya panggung permanen ini, setiap momen peringatan hari besar, pentas seni, maupun pertemuan warga dapat berjalan lebih praktis dan terhormat. Semoga anggaran yang tersedia cukup untuk menyelesaikannya, dan kami pun menyambut partisipasi masyarakat yang dengan ikhlas turut meringankan beban ini,” tambah Asep.
Di akhir pernyataannya, Asep menyampaikan harapan yang mendalam kepada pemerintah daerah. Pekerjaan revitalisasi fisik bangunan telah berjalan, namun kebutuhan sarana pendukung masih mendesak.
“Mebeuler dan perabot sekolah kami sebagian besar sudah berusia tua dan tidak layak digunakan. Program RAPID tahun ini belum mencakup pengadaan perabot. Besar harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya maupun Pemerintah Provinsi, serta melalui alokasi dana pokok pikiran anggota DPRD, agar di tahun-tahun mendatang kebutuhan mebeuler ini menjadi perhatian utama. Bangunan yang megah belumlah lengkap jika anak-anak belum memiliki kursi dan meja yang layak untuk belajar,” pungkasnya dengan penuh harap.
Sementara itu, Nandar Setiamulyadi, ST., M.P.Kim., selaku anggota Pelaksana Kegiatan (P2SP) saat dihubungi melalui saluran seluler, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Sebagai pelaksana teknis di lapangan, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran pembangunan di SDN Cigorowong. Dukungan itu tidak hanya berupa materi, tetapi yang lebih berharga adalah dukungan moril, kepercayaan, dan partisipasi aktif warga yang senantiasa menjaga dan mendampingi proses pembangunan,” ungkap Nandar dengan nada yang tulus dan penuh penghargaan.
Beliau menegaskan bahwa keberhasilan program ini adalah bukti sinergi yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
“Apa yang warga sumbangkan, baik berupa tenaga, pemikiran, maupun dukungan moral, bukanlah sekadar bantuan biasa, melainkan investasi berharga untuk masa depan putra-putri di sini. Aset ini akan terus dinikmati generasi mendatang, dan keikutsertaan warga di dalamnya menjadi saksi bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga setiap tetes keringat dan keikhlasan warga dicatat sebagai amal jariyah yang tidak terputus manfaatnya,” tutup Nandar.
Pembangunan di SDN Cigorowong dengan nilai bantuan Rp966.603.016,00 dari APBN Tahun Anggaran 2026 menjadi satu gambaran nyata bahwa ketika pemerintah hadir dan masyarakat berpartisipasi aktif, maka mimpi untuk menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi anak-anak dapat terwujud. Pintu kemajuan telah terbuka, dan kini harapan besar tertuju pada kelengkapan sarana penunjang agar generasi penerus di Cigorowong dapat belajar dengan semangat yang lebih berkualitas lagi**

