Oleh: Wahid MA
Kabiro Priangan Timur
Berita Suara Rakyat Indonesia.com
Tasikmalaya, 21 September 2026 — Di tengah dinamika kehidupan berbangsa, kehadiran lembaga kepolisian kerap dipahami sebagai penegak hukum yang tegas. Namun di Kecamatan Sukaratu, wajah kepolisian hadir dalam dimensi lain yang tak kalah esensial: sebagai pelindung, pembimbing, dan sahabat generasi muda — kelompok yang merupakan aset paling bernilai sekaligus warisan terhormat bagi masa depan bangsa. Kepedulian ini bukan sekadar pelaksanaan tugas kedinasan, melainkan kesadaran mendalam bahwa kemajuan suatu peradaban tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau kestabilan keamanan semata, melainkan dari seberapa kokoh masyarakat menjaga tumbuh kembang putra-putrinya, khususnya di lingkungan pendidikan yang menjadi benteng utama pembentukan karakter.
Dunia pendidikan bukan sekadar ruang pertukaran ilmu pengetahuan; ia adalah ladang tempat potensi bangsa ditanam, dipupuk, dan diarahkan menuju kematangan yang utuh. Ketika aparat keamanan hadir secara langsung di lingkungan satuan pendidikan — bukan untuk mengawasi atau menindak, melainkan untuk membina, memotivasi, dan mengingatkan dengan penuh kasih sayang — maka terjalinlah ikatan yang menyejukkan: kehadiran kekuatan negara yang hadir bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai pelindung masa depan.
Kehadiran AKP Nurrozi, S.E., Kepala Kepolisian Sektor Sukaratu, di SMK Arrizqi Bina Insani adalah perwujudan nyata dari kesadaran tersebut. Beliau memahami bahwa pencegahan jauh lebih mulia daripada penindakan; pembinaan jauh lebih bermakna daripada penghukuman. Kepeduliannya terhadap 230 peserta didik — termasuk empat siswa yang berasal dari berbagai daerah di luar Kabupaten Tasikmalaya untuk menimba ilmu di lembaga ini — mencerminkan pandangan yang luas dan inklusif: setiap anak, tanpa memandang asalnya, adalah tanggung jawab kolektif. Menjauhkan mereka dari bahaya narkotika, kenakalan bermotor, serta perundungan, sekaligus meneguhkan ketaatan kepada Tuhan dan penghormatan kepada orang tua, bukan sekadar menjaga ketertiban umum, melainkan menyelamatkan masa depan bangsa dari kemunduran yang dapat dicegah.
Inilah makna sesungguhnya dari sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan: negara hadir, memperhatikan, dan merangkul generasi penerus di tempat mereka tumbuh — di ruang kelas, di halaman sekolah, di bawah bendera persatuan yang menjadi kebanggaan bersama. Sebab, generasi yang sehat jiwanya, kokoh imannya, dan terjamin keselamatannya, adalah jaminan paling tangguh bagi kelangsungan peradaban bangsa di masa mendatang.
Usai pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat, AKP Nurrozi, S.E. menyampaikan pembinaan karakter serta penyuluhan hukum kepada seluruh warga SMK Arrizqi Bina Insani. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, melainkan juga bermoral, beriman, dan bertanggung jawab.
Kepala Sekolah SMK Arrizqi Bina Insani, Hj. Neneng Nurlaela, M.Pd.I., menyambut kedatangan Kapolsek Sukaratu dengan rasa syukur dan penghargaan yang mendalam.
“Atas nama seluruh jajaran pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik SMK Arrizqi Bina Insani, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolsek Sukaratu. Kehadiran Bapak di sini bukan sekadar kunjungan dinas, melainkan perhatian tulus yang menyejukkan hati kami. Arahan dan motivasi yang Bapak sampaikan menjadi bekal yang tak ternilai harganya. Semoga setiap nasihat yang didengar anak-anak kami tertanam kuat di sanubari, menjadi pedoman hidup yang lurus, menjadikan mereka pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga berbudi luhur, berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Kami berharap, melalui bimbingan ini, langkah mereka ke depan semakin terang, semakin teguh, dan mampu membawa perubahan yang baik bagi lingkungannya,” ujar Hj. Neneng Nurlaela dengan nada haru dan penuh pengharapan.
Dalam penyampaiannya, AKP Nurrozi menegaskan bahwa pembinaan ini dilandasi rasa kasih sayang yang mendalam terhadap para peserta didik — yang beliau pandang bukan sekadar warga masyarakat, melainkan penerus estafet kehidupan bangsa. Beliau memaparkan lima pilar utama yang hendak dijadikan pegangan hidup oleh seluruh siswa:
Pertama, ketaatan dan penghormatan kepada orang tua serta pendidik.
“Kepada Bapak dan Ibu Guru, berikanlah penghormatan yang tulus, karena di sekolah merekalah pengganti orang tua di rumah. Keteladanan dan pengabdian mereka didedikasikan sepenuhnya demi kebaikan kalian. Maka, ketaatan kepada mereka adalah cerminan keindahan akhlak yang akan membawa kalian pada kesuksesan sejati,” tegasnya.
Kedua, menjauhi segala bentuk perundungan dan memperkokoh persaudaraan.
“Jangan pernah menyakiti teman, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Sekolah adalah rumah kedua, dan teman-teman kalian adalah saudara. Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan alasan perpecahan. Persahabatan yang tulus akan menjadi tiang penopang di masa-masa sulit kelak,” imbuhnya.
Ketiga, kesadaran akan risiko penggunaan kendaraan bermotor yang tidak bertanggung jawab.
“Penggunaan knalpot tidak standar, kebut-kebutan di jalan raya, serta mengendarai kendaraan sebelum usia dan kesiapan yang layak adalah perbuatan yang mempertaruhkan keselamatan diri maupun orang lain,” jelasnya.
Keempat, menjauhi narkoba dan minuman keras sebagai benteng kehidupan bermartabat.
“Penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif bukan sekadar melanggar hukum, melainkan mematikan potensi diri secara perlahan. Ia merusak pikiran, menggerus kesehatan, dan memutus masa depan yang cerah. Kami menyampaikan hal ini bukan semata-mata karena kewajiban melarang, melainkan karena kami menyayangi kalian. Kalian adalah harapan keluarga, harapan daerah, sekaligus harapan bangsa. Tidak ada yang lebih berharga daripada menjaga diri tetap utuh, sehat, dan bermanfaat. Fokuslah pada ilmu yang kalian pelajari; biarkan semangat belajar menjadi pelita yang menuntun jalan hidup, bukan sesuatu yang merusak tubuh dan akal sehat,” ujar AKP Nurrozi dengan penekanan yang tulus dan mendalam.
Kelima, memperkokoh keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.
“Segala usaha yang kita lakukan akan bermakna sempurna jika didasari dengan ketaatan kepada Pencipta. Tunaikanlah ibadah salat sebagaimana mestinya, karena di sanalah ketenangan hati bermula. Apabila kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah, niscaya Ia akan mengarahkan hidup kita menjadi lebih baik, lebih terarah, dan penuh keberkahan,” pesannya.
Terkait gambaran umum kenakalan remaja di wilayah hukum Kecamatan Sukaratu, AKP Nurrozi menyampaikan bahwa secara keseluruhan situasi masih relatif terkendali jika dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Meski demikian, kewaspadaan tidak boleh dikendurkan.
“Masih terdapat hal-hal yang perlu kita waspadai: penggunaan knalpot tidak standar, kebut-kebutan, serta perilaku yang kurang bertanggung jawab di jalan raya. Kepada para orang tua, kami memohon peran aktifnya: perhatikanlah apa yang digunakan anak-anak, ke mana mereka pergi. Jika anak belum layak mengendarai kendaraan bermotor, janganlah diberikan. Teguran dari orang tua jauh lebih bermakna dan mendidik daripada teguran dari pihak berwenang di kemudian hari. Kepolisian tetap hadir dan berupaya secara maksimal, namun peran keluarga adalah fondasi utama yang tak tergantikan,” pungkasnya.

